Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SELURUH partai politik pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan merealisasikan sumbangan dana kampanye. Secara prinsip semua pihak telah bersedia menyumbang.
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Arya Sinulingga, menegaskan hal itu di Posko Cemara, Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta, kemarin.
Arya mengakui sejauh ini memang baru Partai NasDem dan Partai Perindo yang menyumbang. "Tapi parpol lain juga kami dorong, parpol juga bersedia kok, semua bersedia," kata Arya di Posko Cemara, Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta, kemarin.
Menurut Arya, partai lain hanya menunggu waktu yang tepat. "Nanti laporan berikutnya pasti ada lah (dari partai lain)," imbuhnya.
Dana kampanye Jokowi-Amin yang dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkumpul Rp55 miliar. Bendahara Umum TKN Jokowi-Ma'ruf, Sakti Wahyu Trenggono, memerinci dana itu bersumber dari pasangan calon sebesar Rp32 juta, partai politik Rp2 miliar, sumbangan perorangan Rp121,2 juta, sumbangan kelompok Rp37,9 miliar, dan sumbang-an badan usaha nonpemerintah Rp3,9 miliar.
Dana dari partai politik bersumber dari Partai NasDem dan Partai Perindo. Adapun dana dari pasangan calon merupakan perolehan bunga di rekening khusus dana kampanye (RKDK).
Kendati telah mendapatkan kesediaan parpol, TKN ingin lebih banyak menggalang sumbangan dari masyarakat luas. Larangan beriklan di media massa yang tujuannya untuk itu diakui membuat tim harus mengubah strategi.
"Kami harus pakai cara lain, artinya door to door dan ngomong ke orang-orang lah untuk menarik bantuan dukungan bagi Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf," kata Arya.
Bendahara TKN Jokowi-Amin, Wahyu Sakti Trenggono, mengatakan penggalangan dana antara lain dilakukan dengan menggelar acara gathering atau malam dana.
Ikut gencarkan
Upaya menggalang partisipasi publik dalam pembiayaan kampanye juga digencarkan Badan Pemenangan Nasional Parabowo Subianto-Sandiaga Uno. Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, mengklaim sumbangan dari masyarakat sejauh ini hampir mencapai Rp10 miliar. Besarnya animo menyumbang dari publik tersebut menjadi tambahan semangat bagi Prabowo-Sandiaga dalam memenangi Pilpres 2019.
"Belum termasuk alat peraga kampanye yang dicetak oleh mereka sendiri. Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat," ujarnya.
Bendahara Umum BPN Prabowo-Sandiaga, Thomas Djiwandono, menyebut bahwa total dana kampanye yang dimiliki pihaknya mencapai Rp54 miliar. Perinciannya, Prabowo menyumbang Rp13,05 miliar, Sandiaga Rp39,5 miliar, perorangan Rp150 juta, dan Partai Gerindra sebesar Rp1,39 miliar. Gerindra merupakan satu-satunya parpol pendukung yang memberikan sumbangan.
Selain itu, terdapat juga dana hasil penggalangan yang mencapai Rp3,5 miliar.
"Tapi itu (dana penggalangan) tidak temasuk di rekening BPN. itu masih kelompok, tidak dilaporkan hari ini (ke KPU)," ujar Thomas seusai menyampaikan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) ke KPU, Jakarta, Rabu (2/1). (Ant/A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved