Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBUATAN dan penyebaran berita bohong perihal penemuan tujuh kontainer berisi puluhan juta kertas suara yang sudah dicoblos dari Tiongkok diyakini bagian dari narasi besar untuk mendelegitimasi pilpres.
Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima, mengatakan hoaks teranyar itu bagian dari rangkaian kisah penyesatan sebelumnya. "Kami mem-framing bahwa ada satu desain untuk mengatakan pemilu ini curang," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Dia memberikan contoh, sebelumnya muncul klaim dari PKS soal temuan jutaan pemilih ganda yang kemudian dikoreksi KPU. Ada pula protes penggunaan kotak suara dari kardus, padahal perangkat itu sudah disetujui DPR dan digunakan di pemilu sebelumnya.
"Saya melihat apakah ini ada grand design, hidden agenda yang mengarahkan bahwa proses pemilu ini tidak jurdil (jujur dan adil)," tandasnya.
Kabar bohong soal jutaan surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01, Jokowi-Amin, menyebar di media sosial pada Rabu (2/1).
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ikut menyebarkan kabar itu. Dalam akun Twitter-nya, @ndiArief_, ia menulis 'Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar'.
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menilai penyebaran hoaks soal surat suara itu merupakan bagian dari skenario besar untuk mendelegitimasi pemilu. Agenda itu dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan tujuan menggerus kepercayaan publik. "Tidak mungkin arahnya tidak ke sana, apalagi informasi bohong yang disebarkan itu daya rusaknya sangat besar."
Titi meminta penegak hukum sesegera mungkin me-nindak tegas para pelaku demi keberlangsungan demokrasi yang sehat di Tanah Air.
Di Blitar, Jawa Timur, Presiden Jokowi meminta semua pihak menghindari penyebaran hoaks dan fitnah. Dia menyayangkan berita bohong soal jutaan kertas suara yang sudah dicoblos karena hal itu bisa menimbulkan pikiran negatif mengenai kecurangan. "Kartu (suara) itu kan belum dicetak, sudah muncul fitnah-fitnah seperti itu," tuturnya.
Sangat kejam
KPU kemarin melaporkan kasus tersebut ke Polri. "KPU sudah menyampaikan agar penyebar hoaks itu segera ditangkap. Selanjutnya penegak hukum akan menindaklanjuti dengan data dan dokumen yang kita berikan," ujar Ketua KPU Arief Budiman di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.
Laporan itu, kata Arief, merupakan bentuk keseriusan KPU melaksanakan tugas kepemiluan. "Isu yang menyebar ini menurut saya sangat kejam. Bahkan, di salah satu capture Whatsapp dituliskan 'KPU telah menyita satu kontainer'. Oh ini kejam sekali ini saya bilang. Makanya kemudian kami menutuskan ini harus betul-betul kita lawan."
Selain KPU, TKN Jokowi-Amin dan sejumlah relawan pendukung juga melaporkan perkara itu, termasuk melaporkan Andi Arief, ke Polri.
Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto pun mengatakan pihaknya akan mengusut tuntas. "Dari yang pertama posting hingga yang ikut dalam menyebarkan. Ini harus kita perangi bersama," ucapnya.
Di lain pihak, Andi Arief tak mempersoalkan pelapor-an dirinya ke kepolisian. Dia berkilah hanya meminta KPU segera mengecek informasi adanya jutaan surat suara yang sudah dicoblos. (Tim/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved