Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019 yang diprediksi Bank Indonesia (BI) akan mencapai 5,3% menjadi peluang sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia ke masa depan.
Meski tahun 2019 merupakan tahun politik dengan berlangsungnya pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif, namun Erick menilai, fondasi ekonomi, politik, sosial, dan budaya yang sudah kuat dibangun pemerintahan Jokowi dalam empat tahun terakhir diyakini tidak akan menggoyahkan target pencapaian menuju masyarakat adil dan makmur.
Menurutnya, indikator-indikator pertumbuhan ekonomi yang digapai hingga saat ini, kedewasaan politik dari mayoritas masyarakat Indonesia, toleransi dan rasa kebersamaan yang kian kuat, serta munculnya budaya-budaya baru yang lebih tertib, disiplin, serta beradab, menjadi modal besar bagi bangsa Indonesia melanjutkan pembangunan nasional.
Baca juga: TKN Soal Hoax Kontainer 7 Juta Surat Suara : Kita Juga Punya Jurus
“Walau masih saja ada kalangan tertentu memprediksi bangsa ini akan hancur, atau punah. Jika dilihat lebih seksama, justru inilah saat yang tepat bagi bangsa kita untuk lebih maju dan berdiri sejajar dengan bangsa lain yang lebih dulu maju,” kata Erick dalam keterangan tertulisnya yang diterima Media Indonesia, Kamis (3/1).
Erick menyampaikan, banyak momen fenomenal dicapai Indonesia selama 2018 di segala bidang. Sehingga, kata Erick, tepat jika tahun 2019 kita meneruskan dan meningkatkan apa yang sudah diraih.“Ya, tahun 2018 boleh dibilang menjadi tahun selebrasi bagi Indonesia. Sukses penyelenggaraan Asian Games 2018 yang mengangkat nama Indonesia, pelaksanaan IMF dan World Bank Forum di Bali, serta makin eksisnya kedudukan Indonesia di G20 menjadi sederetan momen penting yang dicapai negeri ini di tahun 2018,” tandasnya.
Erik menegaskan, dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, dibutuhkan kondisi ekonomi, politik, sosial, dan budaya yang stabil dan terus meningkat. “Dalam tahap inilah, saya yakin dan optimistis, Pilpres dan Pileg 2019 nanti akan berjalan lancar karena mayoritas masyarakat Indonesia pada dasarnya menginginkan situasi kondusif dan kemajuan yang telah dicapai pemerintahan Jokowi terus bertahan dan meningkat,” ujar Erick.
Di bidang ekonomi, jelas Erick, ia menyebut berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah, untuk menyongsong revolusi industri 4.0 sudah sangat tepat. Mulai dari mendorong angkatan kerja di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi internet, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing.
“Bahkan, kalangan pengusaha, generasi muda, dan juga milenial juga didorong memanfaatkan teknologi digital lebih optimal dalam perindustrian nasional dan juga berinovasi teknologi melalui pengembangan perusahaan rintisan atau start-up. Untuk itu, saya ajak semua kalangan yang akan meneruskan estafet dan tanggung jawab negara ini, tetap optimistis dan memberikan dukungan optimal,” kata Erick.
Khusus terhadap generasi muda dan milenial, Erick kembali mengajak generasi tersebut untuk lebih menggeluti dunia bisnis atau berwirausaha.
“Saya berharap generasi muda Indonesia jangan hanya konsumtif. Tetapi harus hijrah sebagai generasi muda yang produktif. Indonesia memerlukan lebih banyak pengusaha. Dengan semakin banyak lahirnya wirausahawan akan semakin banyak juga usaha yang tercipta. Pada akhirnya, usaha-usaha baru tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja,” jelasnya
Satu sektor yang juga menjadi perhatian Erick, yakni perempuan diyakini juga akan memegang peran lebih besar di tahun 2019. Apalagi dalam kurun empat tahun terakhir, hak-hak kaum perempuan terus meningkat. Bahkan, keterlibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan Indonesia juga semakin nyata.
Baca juga: Ke Blitar, Presiden Sempatkan Diri Ziarah ke Makam Bung Karno
“Hal paling nyata adalah kesetaraan kaum perempuan dalam pemerintahan. Saat ini rasio kaum perempuan di kabinet mencapai 41%. Sangat signifikan. Hal itu merupakan indikasi positif bahwa keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan di pusat ataupun di daerah juga semakin tinggi,” jelas Erick.
Oleh karenanya, menyambut tahun 2019, Erick mengajak tiga komponen utama dalam pembangunan Indonesia, yakni kalangan pengusaha, generasi muda dan milenial, serta kaum perempuan untuk terus mengobarkan optimisme, memberi dukungan optimal terhadap pemerintahan Jokowi yang telah menunjukkan keberhasilan dalam pembangunan, serta saling berkolaborasi demi kemajuan bangsa yang dicita-citakan. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved