Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengamat Politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API) Maksimus Ramses Lalongkoe menanggapi cuitan Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief yang menyampaikan kabar adanya tujuh kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bagian dari upaya menjatuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebab menurut Ramses, cuitan Andi Arief tersebut kuat dugaan bermotif politik, apalagi hasil pengecekatan kabar tersebut hoak atau bohong. "Dugaan saya cuitan Andi Arief itu bermotif politik dan bisa jadi bagian dari upaya menjatuhkan Presiden Jokowi," kata Ramses dalam keterangan resminya pada Kamis (3/1).
Baca Juga: Bareskrim Selidiki Hoaks Surat Suara
Menurut Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta ini, penyebaran informasi yang belum diketahui kebenarannya melalui ruang publik tidak dapat dianalisis secara lurus atau linier, tetapi harus juga dilihat lebih dalam terkait motif sesungguhnya.
"Menyebarluaskan informasi yang belum tau betul kebenarannya melalui sarana ruang publik tak bisa hanya dianalisis secara lurus saja tapi harus lebih dalam melihatnya termasuk motif utama penyebar," ujar Ramses.
Cuitan Andi Arief lanjut Ramses bisa dilihat sebagai bagian dari komunikasi politik yang bisa memunculkan berbagai spekulasi dan interpretasi publik luas, apalagi setelah dilakukan pengecekan ternyata kabar tersebut merupakan hoak.
"Cuitan itu juga bisa dilihat bagian dari komunikasi politik dengan tujuan memunculkan spekulasi dan interpretasi publik luas termasuk interpretasi negatif terhadap pemerintah dan pihak penyelenggara," jelasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved