Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
ADIK Gus Dur, Lily Chodidjah Wahid, mengklaim kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang berada di kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak memiliki pengaruh kuat di akar rumput. Dengan begitu, dukungan mereka tidak akan banyak membantu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 tersebut.
“Yang ikut Bowo (Prabowo) dari keluarga kami, dari NU, itu tidak mengakar di masyarakat. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar Lily seusai bertandang ke kediaman KH Ma’ruf Amin di Rumah Situbondo, Jakarta, Senin (31/12/2018).
Lily mengatakan perbedaan pilihan di NU ataupun keluarga Gus Dur ialah hal yang wajar. Namun, secara kekuatan, dia meyakini dukungan NU kepada Jokowi-Amin akan sangat kuat dan solid.
Lily datang ke kediaman Ma’ruf Amin untuk bersilaturahim sekaligus membicarakan potensi pengembangan koperasi pesantren melalui Arus Baru Ekonomi Indonesia yang digagas Ma’ruf. Menurut Lily, program ekonomi Ma’ruf bersentuhan dengan akar rumput sehingga memiliki keterkaitan dengan koperasi pesantren yang menjadi gagasan Gus Dur.
Di sisi lain, dukungan terhadap Jokowi-Amin terus berdatangan. Ribuan ibu dari jemaah majelis pengajian dan majelis taklim se-Sumatra Utara yang tergabung dalam Komunitas Jokowi-Maruf Amin Pilihan Muslimah (Jamilah) mendeklarasikan dukungan.
“Kami ibu-ibu jemaah pengajian sudah tahu kinerja Pak Jokowi selama ini. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak kita memenangkan di Sumatra Utara,” tegas Ketua Umum Jamilah, Refita Lubis, saat deklarasi dukungan di Tiara Convention Centre, Medan.
Bukan hanya di dalam negeri, di New York, Amerika Serikat, lebih dari 300 warga negara Indonesia bersatu dalam doa untuk kemenangan Jokowi-Amin. Doa bersama yang diikuti WNI dari New York, Philadelpia, dan Washington itu sekaligus untuk menyambut Tahun Baru 2019.
“Kita bersyukur kepada Allah Yang Mahakuasa, diberkahi pemimpin seperti Jokowi. Karena itu, kita bersatu dan berdoa, Pak Jokowi terpilih kembali sebagai presiden 2019-2024 karena kami menginginan Indonesia menja-di negara maju, makmur, dan sentosa,” ujar kordinator acara, Soeko Prasetyo, dalam keterangan resminya, Selasa (1/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved