Penembakan terhadap Mayor Inf Jhon de Fretes, perwira penghubung dari satuan Kodam XVII Cendrawasih Papua, yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) segera ditindaklanjuti dengan melakukan pengejaran. Sebelumnya, Jhon ditemukan tewas di Kampung Namuni, Mamberamo Raya, Papua, Jhon diserang kelompok OPM saat sedang melakukan patroli.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Jakarta mengatakan, Mayor Jhon beserta dua prajurit berpangkat tamtama melakukan patroli bekerjasama dengan polres setempat usai mendapat informasi adanya kelompok separatis OPM di kawasan Mamberamo Raya. Patroli tersebut untuk mengantisipasi gerakan separatis karena OPM diketahui merayakan hari jadinya setiap tanggal 1 Desember.
Melalui sungai dengan speed boat, kata Gatot, Jhon beserta dua prajurit melakukan patroli terlebih dahulu dan turun di sebuah lokasi di Mamberamo Raya, sesudah speed boat berbalik arah, tanpa disadari kelompok bersenjata OPM sudah menunggu, tak dinyana Mayor Jhon ditangkap dan ditahan sedangkan dua prajurit lainnya melarikan diri melalui sungai, meskipun salah satu prajurit terkena panah air milik OPM.
"Kemudian setelah diadakan pencarian, mayor tadi ditemukan sudah meninggal ditembak dan badannya penuh luka," ujar Gatot, Selasa (1/12).
Usai kejadian itu, Gatot mengatakan personel TNI akan melakukan pengejaran terhadap pelaku bekerjasama dengan Kepolisian setempat. Meski demikian, Gatot belum bisa memastikan kelompok OPM tersebut pimpinan siapa, namun ia mengklarifikasi jika jenazah Mayor Jhon tidak disandera.
"Akan koordinasi dengan Kepolisian RI dan akan ditindaklajuti bersama. (Pengejaran) sedang dilakukan dengan polisi," tutupnya.(Q-1)