Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pencatutan Nama Presiden, Luhut: Tidak Ada Restu Presiden untuk Laporkan ke MKD

Desi Angriani
19/11/2015 00:00
 Pencatutan Nama Presiden, Luhut: Tidak Ada Restu Presiden untuk Laporkan ke MKD
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Panjaitan mengatakan langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan 
Dewan (MKD) tanpa restu Presiden Jokowi.

"Tidak ada restu Presiden untuk Sudirman Said Laporkan ke MKD," ucap Luhut di Kantor Menkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (19/11).

Menurut Luhut, upaya Sudirman melaporkan ke MKD tampak aneh. Tapi luhut enggan memberikan penjelasan. Dia pun tak menyoal atas pencemaran nama baiknya di perpanjangan kontrak Freeport.

"Menurut kami itu aneh. Mengapa dilaporkan oleh Menteri SS, tanya saja dia kenapa dia laporkan itu. Kami tidak ada waktu melakukan langkah hukum. Saya tidak merasa tercemar. Biasa-biasa saja menurut saya," tutur dia.

Kendati demikian, Luhut mengakui memang banyak pihak ingin 
menjadi makelar di perpanjangan kontrak Freepot sejak dia 
menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Tapi, lanjut Luhut, dirinya tidak pernah menggubris desakan itu. Apakah salah satu pihak yang mendesak itu Ketua DPR Setyo Novanto? Luhut menggeleng. Dia tetap tak mau merinci siapa-siapa mereka.

"Desakan-desakan perpanjangan dari sana sini kami rasakan sejak KSP. Saya tidak tahu Ketua DPR, lain itu saya tahu. Saya tidak bisa sebut," imbuh dia.

Luhut mengaku tak punya kepentingan apa pun di perusahaan asal Amerika Serikat itu. Sebaliknya, dia akan mendorong Freeport jadi milik pemerintah dan dikelola Pertamina. 

Menurut Luhut, keputusan perpanjangan kontrak Freeport harus sesuai dengan Undang-undang (UU) Kontrak Karya yang ada. Perpanjangan kontrak diperbolehkan dua tahun sebelum masa kontrak berakhir atau 2019.

"Saya sudah selesai dengan diri saya. Kita buat Freeport seperti Mahakam. Jadi milik Pertamina. Presiden tetap tidak akan pernah perpanjang Freeport sebelum 2019," beber dia.

Seperti diberitakan, Menteri ESDM Sudirman Said buka suara ketika diwawancarai Najwa Shihab secara eksklusif dalam tayangan di Metro TV, Senin 16 November.

Laporan Sudirman kepada MKD bocor ke tangan awak media. Sudirman tidak berkelit saat Najwa menunjukkan foto surat laporan Sudirman yang di dalamnya tercantum nama Setya Novanto sebagai pihak terlapor. Di dalam rekaman percakapan Setnov dan petinggi Freeport, nama Luhut Panjaitan juga disebut-sebut dalam perpanjangan kontrak itu. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya