Sehari setelah ada desakan untuk menggelar Munas dari Angkatan Muda Partai Golkar, di tempat yang sama Partai Golkar hasil Munas Bali juga menggelar konferensi pers.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Fadel Muhammad menilai Munas tidak mendesak dilakukan dalam waktu dekat ini. Menurutnya, yang lebih penting adalah fokus terhadap pemenangan Pilkada serentak yang berlangsung pada 9 Desember 2015 mendatang.
"Saya kira tidak mendesak ya. Yang mendesak sekarang ini memenangkan pilkada di daerah dan melaksanakan program pembangunan daerah setelah APBN 2016 disetujui," ujar Fadel di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (9/11).
Menurut Fadel, penyelenggaraan Munas bukan lah persoalan yang mudah. Lebih baik, sambung dia, jika Golkar menunggu sikap pemerintah dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM dalam menyikapi putusan Mahkamah Agung.
Lebih lanjut kata dia, penyelenggaraan Munas menurutnya juga masih menunggu keputusan dari Menkumham atas kepengurusan Golkar yang sah.
"Beberapa kader muda menginginkan diselenggarakan Munas. Pertanyaannya yang mau dipakai (sebagai dasar) apakah (kepengurusan) Munas Riau, apakah Munas Jakarta, apakah Munas Bali. Yang jelas kita tunggu dulu sikap pemerintah bagaimana atas putusan MA itu," tandasnya.
Fadel juga mengatakan sudah ada beberapa titik temu dalam komunikasi antara Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono. Fadel mengaku perkembangan proses islah Golkar menunjukkan sedikit titik terang. Menurutnya, sudah ada beberapa kesepakatan yang dihasilkan. Namun, beberapa poin masih belum dapat dipenuhi salah satu pihak. Salah satunya menyangkut posisi di kepengurusan yang diminta Agung. Ia juga mengklaim bahwa Agung Laksono tak keberatan jika Aburizal menduduki jabatan Ketua Umum Partai Golkar.
“Komunikasi masih berjalan kini sudah ada titik terang, Agung Laksono tidak keberatan Aburizal Bakrie ketua umum, tapi ada beberapa hal yang Agung minta. Agung Laksono tinggal dicarikan posisi yang terhormat, posisi yang terhormat ini yang belum didefinisikan,†paparnya.
Fadel mengatakan, Agung juga meminta proses rekonsiliasi partai berlambang pohon beringin ini dibantu oleh mantan ketua umum Golkar, Jusuf Kalla.
Sebelumnya sejumlah kader muda Golkar mendorong diselenggarakannya Musyawarah Nasional untuk memilih ketua umum baru, sebagai jalan tengah dualisme kepengurusan partai beringin. Tak hanya kader muda Golkar, Kubu Agung Laksono pun terus menyuarakan untuk segera digelar Munas dalam waktu dekat ini. (Q-1)