Selasa 27 November 2018, 07:55 WIB

Dahnil Diduga Buat Laporan Fiktif

Hym/Beo/Ant/X-3 | Politik dan Hukum
Dahnil Diduga Buat Laporan Fiktif
 

PENYIDIK Polda Metro Jaya menduga panitia dari Pemuda Muhammadiyah menggunakan sisa dana kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia di Candi Prambanan, 16-17 Desember 2017, dengan membuat laporan fiktif.

"Dari pemeriksaan awal ada dugaan anggaran Rp5 miliar tidak dihabiskan penuh, penggunaannya diduga kurang dari separuh fiktif," kata Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo Yuwono, kemarin.

Argo mengatakan penyidik telah mengantongi bukti permulaan penyalahgunaan keuangan negara melalui kegiatan yang diinisiasi Kemenpora melalui GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah dengan anggaran Rp5 miliar.

Dari hasil pemeriksaan bersama BPK, lanjut Argo, penyidik menemukan panitia tidak menghabiskan dana Rp5 miliar. Akan tetapi, panitia menggunakan sisa anggaran dengan laporan fiktif.

Menurut Argo, penyidik telah memeriksa staf Kemenpora dan perwakilan GP Ansor untuk melakukan klarifikasi dan memastikan adanya penyimpangan anggaran. Polisi tidak menemukan bukti penyimpangan. Namun, saat penyidik memeriksa Pemuda Muhammadiyah, ditemukan indikasi penyalahgunaan sisa anggaran.

"Kami ada bukti diduga ada penyimpangan. Penyidik memeriksa laporan pertanggungjawaban (LPj) keuangan acara itu dan menemukan mark-up. Dalam pengadaan kaus terdapat perbedaan antara fakta dan LPj," lanjut Argo.

Sebelumnya, Jumat (23/11), penyidik memeriksa Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurut penyidik, Dahnil telah mengembalikan uang Rp2 miliar terkait dengan kasus itu kepada Kemenpora.

"Pengembalian uang tidak menghilangkan tindak pidananya," ujar Argo.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto menyatakan pihaknya belum menerima info pengembalian dana dari Dahnil Anzar. "Saya cek dan cek ulang. Lalu cek ke PPK-nya dulu Pak Sanusi, belum ada info pengembalian."

Seusai menjalani pemeriksaan Jumat malam, Dahnil Anzar mengungkapkan kekecewaannya atas tuduhan penggelapan dana. Dahnil pun menjelaskan kronologi penyelenggaraan acara tersebut.

"Sekitar September 2017 Menpora, Pak Imam Nahrawi, meminta saya bersama Gus Yaqut menggelar acara agar suasana (kebangsaan) lebih kondusif. Salah satu upaya beliau ialah menyatukan secara simbolis GP Ansor dengan Pemuda Muhammadiyah," tandas Dahnil Anzar. (Hym/Beo/Ant/X-3)

Baca Juga

Dok MI

Produk dalam Negeri Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:42 WIB
"UMKM harus jadi perhatian  karena sektor ini paling luas serapan lapangan kerjanya,"...
MI/Bayu Anggoro

Selesaikan Polemik Penjabat Kepala Daerah dengan Penguatan Birokrasi Sipil

👤Golda Eksa 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:54 WIB
Mengintegrasikan politik kepemiluan agar dapat segera serentak melaksanakan hajat...
Ilustrasi

Ini Rincian Penggunaan Anggaran Tahapan Pemilu 2024

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:28 WIB
Ketua KPU Hasyim Asy’ari menuturkan sebanyak 82,71 persen atau Rp63,405 Triliun digunakan untuk pelaksanaan tahapan pemilu, honor...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya