Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih menyelidiki video anak-anak berseragam Pramuka diduga dimobilisasi untuk meneriakkan yel-yel atau ucapan '2019 ganti presiden'. KPAI nantinya akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Kami biasanya mendalami lebih jauh terkait materi pengaduan yang diberikan dan kami juga melakukan koordinasi lintas stakeholder,” kata Ketua KPAI, Susanto di sela acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (20/10).
Ia mengaku sudah melihat video tersebut. KPAI dalam waktu dekat akan memberikan rekomendasi dugaan eksploitasi anak itu ke Bawaslu.
“Kalau ada dugaan mengarah eksploitasi anak, maka tentu kita sampaikan ke Bawaslu,” kata Susanto.
Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin membuat laporan pengaduan KPAI terkait viralnya video anak-anak berseragam Pramuka yang diduga dimobilisasi untuk melakukan yel-yel atau ucapan '2019 ganti presiden'.
Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan meminta KPAI segera merespons dan memberikan tanggapannya terhadap masalah ini. Hal itu agar peristiwa eksploitasi anak tidak lagi terjadi di masa kampanye.
“Jika ini terus terjadi, bisa membentuk pikiran anak-anak didik. ini bisa menciptakan bibit potensi radikal di anak didik kita. Anak-anak tidak boleh diracuni, dimasuki virus-virus jahat yang belum tentu kebenarannya," kata Irfan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (18/10). (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved