Formappi: Ngototnya DPR Bangun 7 Proyek karena Sudah Ada Transaksi
Al Abrar
21/8/2015 00:00
(MI/Susanto)
Ngototnya DPR ingin membangun 7 megaproyek senilai 1,6 trilun, dinilai sudah ada komitmen-komitmen dengan pihak tertentu bersama DPR.
"Jadi ada yang tak bisa diundur-undur lagi karena sudah melibatkan transaksi-transaksi," kata peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus, Jumat (21/8).
Lucius menjelaskan ngototnya DPR ingin membangun 7 megaproyek yang digadang-gadang oleh Ketua Tim Implementasi Reformasi Fahri Hamzah terbukti tidak mendengar protes masyarakat terhadap rencana tersebut.
"Jika DPR merupakan lembaga yang mewakili aspirasi masyarakat, maka suara protes publik tersebut harusnya menjadi satu aspirasi penting untuk dipertimbangkan. Tak bisa DPR jalan terus dengan sikap ngototnya, seolah-olah mereka lupa bahwa jabatannya itu tidak datang begitu saja tanpa peran suara-suara rakyat yang memilihnya," ujar Lucius.
Karena itu, jika DPR terus memperjuangkan membangun 7 proyek senilai Rp1,6 triliun berdasarkan rekomendasi Kementerian PU menegakan eksistensi DPR membela kepentingan rakyat hany menipu.
"Itu adalah tagline tipu-tipu DPR untuk melancarkan misi pribadi dan kelompok mereka," tukasnya. (Q-1)