Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara terkait pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman yang memperbolehkan kadernya berkampanye negatif dalam Pemilu 2019 mendatang. Menurut Fahri, segala bentuk kampanye, positif maupun negatif, harus berdasarkan data yang faktual dan akurat.
“Harus ada datanya, harus ada basis argumennya. Menjadi faktual, punya data, akurat, itu penting, bukan asal," ujar Fahri saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10).
Fahri menjelasakan kampanye disebut negatif jika sesuatu yang benar kemudian dianggap sebagai hal yang salah tanpa menyertakan bukti yang akurat.
"Kalau negatif dalam pengertian ini, benar salah kita negatifkan, kan enggak boleh begitu juga. Kalau benar, ya kita puji, kalau salah, ya kita kritik. Kan begitu prinsip bekerjanya. Saya kira argumen dan kritik berbasis data itu penting," ucapnya.
Fahri mengatakan, kampanye negatif berbeda dengan kampanye mengkritik pihak lawan dengan berbasis data.
“Saya termasuk dianggap sebagai kritikus tapi tolong kritik saya kalau tidak punya data. Saya akan meminta maaf kalau saya tidak punya data. Kalau salah kita minta maaf,” jelasnya.
Sebelumnya, Sohibul Iman mempersilahkan kadernya melakukan kampanye negatif, di samping memperbanyak kampanye positif. Hal itu disampaikan Sohibul dalam sambutannya kepada para kader PKS saat Konsolidasi Nasional Pemenangan Pemilu 2019, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10). (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved