Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Malaysia dan Selandia Baru Belajar dari Parlemen Indonesia

Putri Rosmalia Octaviyani
04/10/2018 18:45
Malaysia dan Selandia Baru Belajar dari Parlemen Indonesia
(Ist)

KETUA DPR Bambang Soesatyo menerima perwakilan dari parlemen Malaysia, Kamis (4/10). Kunjungan dilakukan untuk melakukan dialog dan tukar pikiran menenai parlemen di masing-masing negara.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Parlemen Malaysia Dato Mohammad Ariff Md Yusof mengatakan kunjungan dilakukan untuk mempererat hubungan parlemen kedua negara. Selain itu, parlemen Malaysia ingin belajar banyak hal dari DPR RI, khususnya pembagian kerja lewat sistem komisi.

"Lawatan kami ke Indonesia dan mengunjungi parlemen Indonesia bermaksud untuk bersilaturahim dan belajar sistem ketatanegaraan Indonesia terutama MPR RI dan komisi-komisi di DPR RI yang menurut kami sangat bagus," ujar Dato Mohammad Ariff, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/10).

Ia mengatakan, saat ini sistem parlemen di Malaysia belum berjalan maksimal, terutama dalam pembagian tugas. Di Indonesia hal itu sudah lebih tertata dengan baik lewat sistem komisi.

"Ada perbedaan sistem antara parlemen Malaysia dan Indonesia dan kami rasa sistem di Indonesia sangat bagus. Satu lagi, kami salut dengan demokrasi di Indonesia yang sangat terbuka pascareformasi,” ujarnya.

Dato Mohammad Ariff mengatakan pihaknya berharap ke depan akan semakin banyak kerja sama, pertemuan, dan pertukaran ilmu yang dapat dilakukan antara parlemen Indonesia dan Malaysia. Koordinasi untuk membahas hubungan kedua negara juga diharapkan akan semakin baik.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan pertemuan antara parlemen dua negara sangat penting dilakukan. DPR merasa senang jika Malaysia merasa ingin mencontoh sistem yang ada di parlemen Indonesia.

"Iya, kami membahas banyak hal, termasuk soal parlemen di sini," ujar Bambang.

Menurut Bambang, DPR RI terbuka untuk saling berbagi dan bertukar informasi dan ilmu untuk semakin memajukan sistem yang ada di parlemen.

"Kami juga mengenalkan aplikasi DPR Now! pada Malaysia agar mereka bisa melihat kegiatan kita bila ingin melihat bagaimana sistem komisi di DPR RI berjalan," ujar Bambang.

Selain Malaysia, pimpinan DPR juga melakukan pertemuan dengan pemerintah Selandia Baru. Pertemuan dilakukan untuk membahas banyak hal terkait kerja sama bilateral dan untuk menjaga hubungan baik kedua negara dalam rangka peringatam hubungan diplomatik ke-60 kedua negara. Kerja sama bidang ekonomi menjadi hal yang paling banyak dibahas untuk dilakukan di masa yang akan datang.

Hadir dalam pertemuan tersebut ialah Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peter. Kedatangannya juga untuk menghadiri Joint Ministerial Commission Indonesia-Selandia Baru ke-8, Jumat (5/10).

Sebelumnya, ia menyempatkan diri bertemu dengan beberapa pihak di Indonesia. Selain ke DPR, ia juga bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya