Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MARKAS Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia menduga dalang di balik penculikan yang menyasar dua nelayan WNI di Perairan Semporna, Sabah, Malaysia, terkait dengan kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Korps Bhayangkara telah meminta bantuan dari kepolisian Malaysia dan Filipina untuk menyelidiki insiden tersebut.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan pihaknya juga belum bisa memastikan apakah para pelaku penculikan itu berencana meminta uang tebusan.
"Karena yang punya kapal, kan orang Malaysia. Kita tidak bisa melakukan pencarian sendiri ke sana. Oleh karena itu, kita melakukan kerja sama dengan Filipina dan Malaysia," ujarnya kepada wartawan di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Kamis (13/9).
Informasi adanya kasus penculikan nelayan WNI kali pertama dikabarkan oleh media Malaysia. Kedua korban diidentifikasi sebagai Samsul Saguni, 40, dan Usman Yunus, 35. Kedua WNI berasal dari Sulawesi Barat.
Pihak otoritas setempat menyebut para pelaku membawa senjata api M16 dan berbicara dengan dialeg Suluk. Kuat dugaan kelompok bersenjata yang melancarkan aksi pada Selasa (11/9), merupakan warga Filipina. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved