Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Demokrat: Kita Terbiasa Move on

Nurjianto
10/8/2018 10:35
Demokrat: Kita Terbiasa Move on
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo(MI/Rommy Pujianto)

PASCADEKLARASI Pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno yang tidak dihadiri oleh partai Demokrat, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengungkapkan partainya sudah terbiasa untuk bergerak maju (move on). Ia mengukapkan adanya trauma perihal keputusan tersebut saat tidak akan berlangsung lama.

Roy Suryo pun menuturkan pihaknya saar ini akan fokus melaksanakan sidang Majels Tinggi Partai untuk segara menetukan langkah lanjutan terkait arah partai di Pilpres 2019.

"Jadi soal trauma, Insya Allah didalam trauma itu pasti ada, tapi dalam trauma itu tidak untuk lama-lama, kita sudah terbiasa untuk melakukan move on," ungkapnya saat ditemui di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta, Jumat (10/8).

Dirinya juga menjelaskan apa yang dilakukan oleh Prabowo tersebut secara etika politik tidak elok. Pasalnya, nama Sandi sandi sendiri sebelumnya belum pernah dikomunikasikan sebagai pendamping Prabowo.

"Tetapi yang fokus pada satu kamar saja, tiba-tiba ada informasi bahwa di seberang melakukan komunikasi dengan banyak kamar. Itu kan tidak pas dan tidak elok, etika berpolitik yang diajarkan Pak SBY itu mengajarkan untuk kita clear," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kadiv Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengungkapkan pihaknya tidak akan berlarut dalam situasi traumatis tersebut. Meski menurutnya apa yang dilakukan oleh Prabowo merupakan hak yang tidak transparan dalam hal etika politik berkoakisi.

"Jadi dibilang tidak transparan bisa juga, Prabowo juga memanfaatkan kebaikan Pak SBY bahwa menyerahkan ke Pak SBY bisa juga. Tetapi apapun proses yang sudah berjalan kami tidak ingin berlarut-berlarut di situ," ungkapnya.

Namun, Ferdinand tak memerinci keputusan memilih Prabowo sudah bulat atau belum. Arah dukungan partai Demokrat akan diputuskan hari ini.

Sebelumnya, Partai Demokrat memutuskan untuk tidak bergabung saat deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno. Hal tersebut dikarenakan pihaknya yang menolak Sandi sebagai cawapres pendamping Prabowo.

Dari pantauan Media Indonesia, Waketum Demokrat Max Sopacua, Waketum Demokrat Roy Suryo, Waketum Demokrat Syarief Hasan serta Kadiv Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinad Huatahean telah hadir ke kediaman SBY. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya