Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Qodari: Ada Tarik Menarik Politik di Internal PAN

M Taufan SP Bustan
08/8/2018 15:50
Qodari: Ada Tarik Menarik Politik di Internal PAN
(MI/Susanto)

DIREKTUR Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai jika Partai Amanat Nasional (PAN) terkunci dengan koalisi Prabowo Subianto pasti tidak akan memalukan pertemuan dengan Joko Widodo.

Karena, menurutnya, jika satu partai politik tertentu sudah final dan bahkan mengingat di satu kubu koalisi, biasanya tidak mau bertemu dengan koalisi lain.

"Sebab, takut dianggap menjadi pembelot atau Tidka komit dengan kesepakatan yang sudah ada sebelumnya," sebut Qodari kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (8/8).

Namun, lanjutnya, berbeda dengan PAN yang diketahui bersama hingga saat ini masih gamang dan belum resmi menentukan secara pasti arang dukungannya di pilpres mendatang.

"Faktanya kan seperti itu yah. PAN pun masih menunggu Rakernas yang jadwal pelaksanaanya terus diundur. Nah itu indikasi bahwa memang PAN belum 100% di kubu Prabowo," tegas Qodari.

Oleh karena itu, jika diselisik lebih dalam sebenarnya ada persoalan secara internal di PAN. Berdasarkan hemat Qodari, telah terjadi tarik menarik politik di dalam PAN itu sendiri.

Itu juga kemudian yang menyebabkan jadwal Rakernas PAN selalu diundur.

"Di satu sisi ada yang bilang dukung Peabowo. Sebut saja Pak Amien, sedangkan petinggi PAN lainnya termasuk Zulkifli Hasan tidak pernah berbicara sama seperti Amien. Nah ini tandanya apa coba? Ada tarik menarik kan," ungkapnya.

Oleh karena itu tambah Qodari, semua keputusan kongkret PAN pasti akan diputuskan dalam Rakernas yang direncanakan Kamis (9/8).

Semua pihak pun diminta untuk menunggu hasil itu, karena kemungkinan PAN menjadi pembelot begitu besar sekali. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya