Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Rutan Kontainer Khusus untuk Teroris

Tosiani
08/8/2018 08:15
Rutan Kontainer Khusus untuk Teroris
Anggota Polres Tasikmalaya Kota berjaga saat penggeledahan di rumah terduga jaringan teroris di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (3/8).(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

SAAT ini Polri segera merealisasikan pembangunan rumah tahanan (rutan) khusus narapidana (napi) teroris di kawasan Cikeas, Jawa Barat. Rutan itu dapat menampung 340 tahanan.

"Sudah disetujui oleh Pak Presiden (Joko Widodo) dan Menteri Keuangan (Sri Mulyani). Insya Allah bulan ini sudah dimulai pembangunan. Kita gunakan sistem kontainer," imbuh Tito.

Ide membangun rutan dengan sistem kontainer didapat dari Spanyol. Eks Kepala BNPT ini berharap pembangunan rutan selesai akhir 2018.

"Karena menggunakan sistem kontainer, cepat dari Spanyol. di Spanyol sudah dipakai sistem ini sehingga mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun sudah selesai," paparnya.

Rencana pembangunan rutan khusus napi terorisme bergulir sejak Mei 2018. Rutan teroris di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, sudah tak memadai.

Apalagi, jumlah napi terorisme semakin bertambah. Dalam kerusuhan itu, lima polisi dan seorang napi tewas.

Para napi teroris yang ada di Rutan Mako Brimob dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur.

Adapun ratusan terduga teroris lainnya kini dititipkan di beberapa kantor wilayah kepolisian yang berada di daerah tempat terduga teroris tersebut ditangkap.

"Kita tahu ada (napi teroris) di polda-polda, polres-polres, polsek-polsek, dan kita sudah berikan arahan agar mereka ditempatkan di ruang tersendiri dan pengamanan lebih ketat sambil menunggu Rutan di Cikeas dibangun untuk kapasitas 340 (tahanan) sudah disetujui oleh Presiden dan Menkeu," jelas Tito.

283 teroris

Menurut Tito, saat ini Densus 88 Antiteror telah menangkap sebanyak 283 terduga pelaku terorisme pascabom di Surabaya, Minggu (13/5), Jawa Timur.

Bom meledak di Surabaya pada 13 Mei 2018 terjadi di tiga tempat, yakni Gereja Katolik Santa Maria tak Bercela, Gereja Pantekosta Jalan Arjuna, dan GKI di Jalan Diponegoro.

Selain menewaskan pelaku, bom yang dilakukan satu keluarga itu juga menewaskan 12 warga dan puluhan orang luka-luka.

Pascakejadian itu, Densus gencar menangkap para terduga teroris dalam rangka menjamin keamanan dalam negeri khususnya jelang Asian Games 2018.

Menurut Tito, UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan dan putusan PN Jakarta Selatan yang membekukan organisasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD) membantu Densus 88 dalam upaya menangkap sejumlah terduga teroris di Tanah Air.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Hamli mengatakan daerah perbatasan memiliki ciri khas tersendiri karena merupakan pelintasan orang dan barang. Sebab itu, pencegahanterorisme di daerah seperti ini membutuhkan pendekatan khusus.

"Itu sebabnya harus di perkuat pengamananya baik itu oleh TNI maupun Polri," ungkap Hamli dalam dialog bertajuk pelibatan masyarakat dalam pencegahan teroris di daerah perbatasan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Di daerah perbatasan seperti Morotai, lanjut Hamli, kelompok pelaku terorisme bisa melintas kapan saja untuk menyeberang ke negara tetangga. (VL/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya