Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Peluang Prabowo-AHY Disebut Lebih Besar karena Sokongan Logistik

Nurjiyanto
07/8/2018 21:55
Peluang Prabowo-AHY Disebut Lebih Besar karena Sokongan Logistik
(MI/ROMMY PUJIANTO )

PENGAMAT politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris memandang Prabowo Subianto akan memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden pendampingnya jika nanti maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019. Hal tersebut didasari atas terjaminya sokongan logistik yang mumpuni dari Partai Demokrat jika skenario tersebut terjadi.

Dia memandang selain terjaminnya logistik, AHY memiliki tingkat elektabilitas yang cukup tinggi. Hal tersebut pula yang menurutnya menjadikan kans dipilihnya cawapres dari Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Aljufri lebih kecil.

"Saya agak yakin dengan berkoalisi dengan Demokrat pak prabowo mendapat jaminan dukungan logistik. Asalakan AHY menjadi calon wakil presiden," ungkapnya saat ditemui dalam diakusi hasil survei di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (7/8).

Namun, jika skenario tersebut terjadi, Syamsuddin meyakini PKS akan tetap ikut bergabung bersama koalisi pendukung Prabowo. Pasalnya, koalisi tersebut sudah terbentuk sejak lama. Selain itu, di beberapa daerah saat gelaran Pemilihan Kepala Daerah, Gerindra-PKS bersama-sama bergabung mengusung calon yang sama.

"Pasti sakit hati, tapi untuk keluar koalisi tidak juga sebab sudah lama juga. Hanya mungkin tinggal negosiasi bagi-bagi kekuasaan saja," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memastikan partainya berkoalisi dengan Demokrat di Pilpres 2019 mendatang

Hal ini disampaikan Prabowo usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (30/7).

"Kami sepakat untuk melaksanakan, untuk melakukan, kerja sama politik, tentunya akan terwujud dalam koalisi," ujar Prabowo.

Di sisi lain, PKS masih bersikukuh mengikuti hasil rekomendasi Ijtimak Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) yang merekomendasikan dua paket capres-cawapres. Rekomendasi tersebut ialah pasangan Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, serta Prabowo Subianto dan pendakwah Ustaz Abdul Somad. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya