Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Aksi Terorisme kian Resahkan Publik

Insi Nantika Jelita
01/8/2018 09:00
Aksi Terorisme kian Resahkan Publik
RILIS SURVEI KEKHAWATIRAN PUBLIK: Wartawan mengambil gambar saat peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memaparkan hasil survei Isu Terorisme dan Harapan Publik, di kantor LSI, Jakarta, kemarin. Hasil survei menyatakan publik semakin khawa(MI/ADAM DWI)

SURVEI yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan, publik semakin khawatir dengan aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu di Indonesia.

"Persentasenya sangat tinggi di angka 82%. Publik yang menyatakan biasa saja 9,3%. Nyaris tidak ada yang menyatakan semakin tidak khawatir karena angkanya hanya nol koma. Sisanya menyatakan tidak tahu tidak jawab," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa. Ardian mengatakan itu saat memaparkan hasil surveinya Isu Terorisme dan Harapan Publik di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin.

Menurut dia, publik berharap munculnya civil society yang power full untuk menanggulangi isu terorisme karena aksi tersebut sudah berada di titik nadir dengan melibatkan ibu rumah tangga dan anak-anak.

Publik yang semakin khawatir dengan aksi terorisme jika dilihat dari jenis kelamin laki-laki maupun perempuan mayoritas semakin khawatir dengan aksi tersebut. Sebanyak 80,5% untuk laki-laki dan 83,5% untuk perempuan.

Jika dilihat dari pemeluk suatu agama, 80% lebih pemeluk agama semakin khawatir dengan aksi terorisme. Di segmen pendidikan juga terlihat hal yang sama. Apa pun jenjang pendidikannya, kata dia, juga semakin khawatir dengan aksi terorisme ini.

Ardian menambahkan, wong cilik maupun wong berada (menengah ke atas) mayoritas menyatakan semakin khawatir dengan aksi terorisme ini. Mayoritas pemilih partaipun menyatakan semakin khawatir dengan aksi terorisme.

Partai pendukung pemerintah maupun partai yang berada di luar pemerintah, para pemilihnya menyatakan semakin khawatir dengan aksi terorisme.

Survei itu dilakukan pada 28 Juni hingga 5 Juli 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sekitar 2,9%.

Survei dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. LSI Denny JA juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif melalui analisis media, FGD, dan in depth interview.

Penangkapan teroris

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir secara berlebihan. "Kita waspadai aksi terorisme tapi tak perlu takut berlebihan karena kita akan terus melanjutkan penangkapan" kata Tito seusai Rapat Koordinasi Asian Games di Polda Metro Jaya, Senin kemarin.

Di sisi lain, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan seorang terduga teroris di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dengan membawa beberapa barang bukti.

Dari data yang dikumpulkan Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial AS warga Desa Kertawinanggun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramyu.

Kapolres Indramayu, AKB Arif Fajarudin, kemarin, membenarkan adanya penangkapan terduga teroris yang dilakukan pada Senin (30/7) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Info-infonya benar (ada penangkapan dan penggeledahan terduga teroris) kemarin saya lagi di Bandung," kata Arif. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya