Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

PKS Minta SBY Ikut Rekomendasi Ijtima Ulama

Akmal Fauzi
30/7/2018 12:44
PKS Minta SBY Ikut Rekomendasi Ijtima Ulama
WAKIL Ketua Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid(MI/MOH IRFAN)

WAKIL Ketua Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid berharap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa mengikuti rekomendasi ijtima ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNP-Ulama) yang merekomendasikan Salim Asegaf sebagai pendamping Prabowo di Pilpres 2019.

Nama Ketua Majelis Syuro PKS itu direkomendasikan dalam forum ijtima ulama untuk mendampingi Prabowo. Selain nama Salim, ada nama Abdul Somad yang direkomendasikan sebagai Cawapres mendamping Prabowo. Belakangan, Abdul Somad memilih mundur dari rekomendasi tersebut.

"Jadi saya percaya (sikap) kenegarawan Pak SBY. Saya berharap beliau dapat memberikan solusi yang baik karena semua tokoh (di forum ijtima) kawan beliau. Pak Salim pembantu beliau menjadi menteri sosial ketika SBY jadi Presiden, beliau juga menteri yang sangat bagus," kata Hidayat di Gedung DPR, Senin (30/7)

Apa yang disampaikan Hidayat juga menanggapi manuver Partai Demokrat yang mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Cawapres Prabowo.

"Prabowo-AHY bukan yang disuarakan SBY. SBY tidak menyuarakan itu. Bahkan, SBY menegaskan AHY tidak harga mati, pastilah kita memahami apa yang dimaksudkan SBY dan kami juga memahami Pak Prabowo hadir dalam Ijtima ulama nasional itu, yang menjadi landasan hasil rekomendasi Ijtima ulama itu untuk mendukung Prabowo," ungkap Hidayat.

Ia meyakini, dari hasil rekomendasi ijtima itu, Demokrat tetap bergabung dengan koalisi PKS Gerindra dan PAN

"Saya berharap Demokrat tetap bersama kita. Saya yakin akan diakomodasi apa yang diinginkan oleh Demokrat. Saya yakin untuk posisi capres dan cawapres yang akan duduk adalah rekomendasi Ijtima ulama," jelasnya

Ia menegaskan, rekomendasi Ijtima ulama adalah suatu hal yang harus dihormati. Apalagi, kata dia, tokoh yang hadir adalah tokoh nasional.

"Pasti mereka (forum ijtima) sudah mempertimbangkan sangat panjang 600 tokoh ini bukan jumlah yang sedikit, bukan tokoh yang ecek-ecek," jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya