Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Golkar Imbau Parpol Pendukung tidak Bermanuver

Golda Eksa
13/7/2018 21:30
Golkar Imbau Parpol Pendukung tidak Bermanuver
(MI/BAYU ANGGORO )

SELURUH partai pendukung calon presiden petahana Joko Widodo diingatkan untuk tidak melakukan manuver apa pun dalam menentukan siapa figur calon wakil presiden. Sejatinya keputusan itu diserahkan kepada Jokowi ketimbang melemparkan berbagai argumentasi.

Saat ini terdapat 6 parpol peserta pemilu 2014 yang menyatakan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Parpol tersebut ialah PDIP, NasDem, PPP, Hanura, Golkar, dan PKB. Formasi kekuatan pun bertambah dengan hadirnya 2 partai baru, PSI dan Perindo.

"Saya justru mengusulkan, mengimbau agar supaya ketua umum parpol pendukung Jokowi yang sudah ada itu sebaiknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Jokowi untuk menentukan siapa cawapresnya," ujar Ketua Bidang Kelembagaan DPP Partai Golkar Idrus Marham, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/7).

Solusi tersebut diakui Idrus sangat tepat. Alasannya karena hingga kini belum ada kesepakatan di antara parpol pendukung mengenai mekanisme penyerahan nama cawapres kepada Jokowi. Hal itu pula yang akhirnya terkesan ada tarik menarik dan manuver politik di kubu petahana.

"Akan lebih adil, lebih baik, apabila diserahkan kepada Pak Jokowi. Biarlah Pak Jokowi menentukan lebih dulu, mengajak para ketua umum partai untuk bicara. Tapi apapun keputusannya, tidak mengganggu soliditas partai pendukung dan tetap mendukung Pak Jokowi. Tidak ada lagi satu manuver-manuver yang ada."

Idrus menerangkan, Partai Golkar pada prinsipnya tetap mendukung petahana Joko Widodo berlaga di pilpres mendatang. Keputusan Golkar pun sudah bulat dan final, baik secara organisatoris, politik, dan sosiologis.

"Secara organisasi kita sudah putuskan baik dalam munaslub (musyawarah nasional luar biasa) dan diperkuat di dalam rapimnas. Itu sudah diputuskan Jokowi sebagai capres 2019. Itu sudah final, tak akan berubah," pungkasnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya