Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Gerindra Kritik Hasil Survei Pilkada Jabar dan Jateng

Putri Anisa Yuliani
30/6/2018 17:20
Gerindra Kritik Hasil Survei Pilkada Jabar dan Jateng
(MI/BARY FATHAHILAH)

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengkritik hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga survei sebelum Pilkada berlangsung.

Sebabnya, di antara hasil survei di ratusan daerah hanya dua yang hasilnya jauh dari penghitungan suara versi hitung cepat saat ini yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah

"Kenapa hasil survei di dua provinsi beda jauh dengan hasil perolehan suara sementara berdasarkan hitung cepat? Kalau kesalahannya ada pada metodologi saya kira tidak. Karena kalau metodologinya, harusnya seluruh daerah juga beda," ungkapnya dalam diskusi di Warung Daun Jakarta, Sabtu (30/6).

Dalam berbagai survei yang diadakan sebelum Pilkada, pasangan yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera di Jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu paling tinggi hanya mendapat 10% elektabilitas. Sementara pada Pilkada berdasarkan hitung cepat saat ini perolehan naik hingga 20% dimana pasangan yang disebut Asyik itu memperoleh 30% suara.

Pada Pilkada Jawa Tengah hasil survei untuk pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah selalu berada di angka 15%. Tetapi pada hasil hitung cepat pasangan usungan Gerindra dan PKS itu mampu menempel ketat saingannya Ganjar Pranowo dan meraup suara hingga 44%.

"Jadi menurut saya ada potret atau kesimpulan yang tidak diungkapkan lembaga survei di menit-menit terakhir menjelang Pilkada. Bahwa mesin partai bergerak cukup baik di paruh akhir sehingga mampu menggenjot suara. Harusnya itu diungkapkan kemarin tapi kenapa tidak," tukasnya.

Ferry pun berbalik mengkritik mesin parpol para pesaing ya dalam Pilkada karena mampu mengerek elektabilitas hingga mampu menempel pemuncak elektabilitas dalam survei.

"Justru harus dipertanyakan ini kenapa yang popularitasnya tinggi di survei justru bisa ditempel ketat. Seperti Ridwan Kamil saat survei popularitasnya 70% tapi di Pilkada hanya 33%. Ganjar lebih tinggi lagi tapi bisa disusul Sudirman. Justru Gerindra dan PKS serta kandidatnya bekerja baik ada hasilnya jelas," terangnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya