Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kelompok Radikal Poso Manfaatkan Kelalaian Satgas Tinombala

M Taufan SP Bustan
29/5/2018 16:05
Kelompok Radikal Poso Manfaatkan Kelalaian Satgas Tinombala
(ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

LIMA anggota baru kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berhasil bergabung di Poso karena memanfaatkan lengangnya keamanan Satgas Operasi Tinombala.

Direktur Lembaga Pengembangan Studi Hukum dan Advokasi Hak Asasi Manusia (LPS-HAM) Sulawesi Tengah Mohammad Affandi menilai, meski dua dari lima anggota baru itu telah ditangkap, hal tersebut juga memperlihatkan pengamanan di Poso tidak ketat lagi.

“Ya, kalau ketat kan mana bisa lima orang itu bisa masuk,” terangnya saat dihubungi Media Indonesia dari Jakarta, Selasa (29/5).

Peneliti kelompok radikal di Poso itu menilai, lima anggota baru MIT telah mempelajari pola pengamanan di Poso. Ketika melihat kesempatan, mereka langsung memanfaatkan.

“Mereka melihat apakah ‘thogut’ dalam istilah mereka sedang santai atau siap. Ketika itu mereka bergabung, di situlah kecolongan,” jelasnya.

Affandi menambahkan, saat ini Satgas harus lebih berhati-hati terlebih ada serangkaian serangan yang tengah direncanakan buronan yang tersisa.

“Dengan perubahan pola serangan, Polri maupun TNI harus mengantisipasi itu. Apa yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya, dan daerah lainnya adalah pesan dari mereka. Kita berharap semoga tidak ada kejadian serupa lagi,” tandasnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya