Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Fahri Hamzah: Bukan Zamannya Melarang Orang Bicara

Astri Novaria
25/5/2018 19:45
Fahri Hamzah: Bukan Zamannya Melarang Orang Bicara
(MI/MOHAMAD IRFAN)

WAKIL Ketua DPR RI Fahri Hamzah dilarang oleh pihak kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi penceramah di masjid kampus. Fahri awalnya dijadwalkan berceramah di lingkungan kampus pada 22 Mei 2018 lalu.

Sehubungan dengan ini, Fahri membenarkan namanya dicoret sebagai penceramah di Masjid Kampus UGM. Ia mencurigai hal itu dilakukan pihak kampus lantaran ada tekanan dari pihak-pihak tertentu.

"Benar ditolak. Katanya karena tekanan dari rektorat. Tapi saya dengar rektorat ditekan dari atas," ujar Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (25/5).

Meski pihak UGM membantah adanya tekanan dari pihak mana pun, Fahri menilai kejadian ini seharusnya tidak terjadi. Sebab, kata dia, kampus adalah tempat pemikiran sehingga ia tidak sependapat dengan anggapan ceramahnya akan menimbulkan polemik di masyarakat.

"Sebenarnya banyak alasan yang sampai ke saya, tapi inginnya saya tidak boleh ceramah. Ada rasa takut yang sangat tinggi akibat tekanan dari luar itu. Takmir bilang terpaksa melakukannya. Harusnya ini tidak boleh terjadi. Kampus itu tempat polemik, tempat pikiran disampaikan dengan merdeka. Bukan zamannya melarang orang bicara," tandasnya. (A-2)


Berikut Kronologi yang dikonfirmasi langsung oleh tim Fahri Hamzah kepada awak media:

1. Tanggal 21 malam, sehabis acara dialog peringatan reformasi di TV swasta di Jakarta, Fahri Hamzah ditelpon takmir masjid UGM.

2. Surat per 22 Februari 2018 berisi undangan bagi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah untuk mengisi ceramah dan dialog tarawih Ramadan 1439 Hijriyah yang dijadwalkan pada Senin 21 Mei 2018 pukul 19.00 – 22.00 WIB di masjid kampus UGM.

3. Pihak masjid kampus UGM memublikasikan jadwal keseluruhan penceramah di Ramadan, tidak hanya kajian Ramadan, tapi juga kajian subuh, dan seterusnya. Ini beredar luas juga karena berita sebelumnya bahwa ada nama Ismail Yusanto, yakni juru bicara HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang juga dilarang.

4. Pada 17 Mei (awal Ramadan) pihak DPR RI menyampaikan bahwa ada permintaan perubahan jadwal kepada pihak masjid UGM, dari 21 Mei 2018 diundur ke 22 Mei 2018. Hal ini disebabkan karena pada 21 Mei ada banyak sekali acara Fahri Hamzah di Jakarta, berkenaan dengan puncak peringatan 20 tahun reformasi, dan sudah diinfokan sejak awal.

5. Selain pihak masjid kampus UGM, masuk juga permintaan yang hampir bersamaan dari pihak kampus UII (Universitas Islam Indonesia), dengan judul acara 'Diskusi Civitas Akademika' dimulai dari pukul 15.30 WIB – berbuka bersama. Jadi pada awalnya akan ada dua agenda kampus pada Senin 21 Mei.

6. Ketika diinformasikan adanya permintaan pengunduran jadwal, penanggung jawab acara kedua kampus menyatakan ketersediaannya.

7. Pada Senin sore sampai dengan malam, muncul informasi dari pihak kampus UGM, yang menyatakan bahwa ada tekanan dari pihak rektorat kepada takmir masjid UGM agar membatalkan jadwal ceramah Fahri Hamzah pada malam hari, 22 Mei 2018.

8. Pada Selasa pada 22 Mei, semua acara berlangsung seperti yang dijadwalkan, tetapi karena mendapat informasi bahwa ada pembatalan dari pihak masjid UGM, pada 22 malam tersebut, Fahri Hamzah tidak mendatangi masjid kampus UGM.

9. Pada sore harinya, saat acara berlangsung di UII, pihak takmir masjid mendatangi lokasi UII, meminta maaf atas kejadian tersebut, bahkan juga meminta berfoto-foto, jadi mereka murni meminta maaf, karena mendapat tekanan dari rektorat.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya