Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

DPR Dinilai Semangatnya Tinggi, Kinerjanya Minim

Ferdinand
22/5/2018 19:21
DPR Dinilai Semangatnya Tinggi, Kinerjanya Minim
(MI/Susanto)

KINERJA DPR selama Masa Sidang IV Tahun Sidang 2017-2018 dinilai lebih menunjukkan hasil negatif ketimbang positif. Hal itu dinilai Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) dari pelaksanaan fungsi pokok DPR yaitu fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Direktur Ekskutif Formappi I Made Leo mengatakan dalam bidang legislasi, sepanjang Masa Sidang IV ini DPR ternyata tidak berhasil menyelesaikan satupun dari 48 Rancangan Undang-Undang prioritas yang tersisa.

"Padahal sebelumnya DPR itu minimal bisa menyelesaikan RUU prioritas, tapi sangat kita sesalkan juga dalam masa sidang ini tidak bisa mempertahankan prestasinya itu," ungkap Leodalam rilis evaluasi kinerja DPR 'Semangat Tinggi Tapi Hasil Minim' di kantor Formappi, Jakarta, Selasa (22/5).

Hal itu, menurut Leo, menyebabkan banyak dari RUU prioritas yang tidak selesai pembahasannya dalam waktu tiga kali mas sidang, sesuai ketentuan Pasal 99 UU MD3.

Di bidang anggaran pun, kinerja DPR dinilai sangat rendah. Rencana kerja DPR di bidang anggaran Masa Sidang IV adalah bahwa komisi-komisi melaksanakan pengawasan pelaksanaan APBN 2018 sebagai fokus kerjanya.

"Yang menjadi pokok dan menjadi pertanyaan juga adalah APBNP 2018, sampai sekarang tidak dibahas di DPR padahal menurut siklus APBN itu biasanya sudah selesai bulan Desember 2017," sambungnya.

Dalam bidang pengawasan yang ruang lingkupnya meliputi empat aspek, yaitu pelaksanaan Undang-undang, APBN, Kebijakan Pemerintah, dan Tindak lanjut temuan-temuan BPK atas pelaksanaan penggunaan keuangan Negara oleh Kementrian/Lembaga Negara non Kementrian, Formappi menilai kinerja DPR juga sangat minim.

Selain karena ketimpangan antara rencana dan realisasi, juga karena substansi temuan-temuannya tidak signifikan.

Sementara terkait bidang kelembagaan DPR setidaknya ada lima hal yang dapat dikritisi, yakni perihal penambahan pimpinan DPR, pergantian pimpinan Komisi, kode etik dan korupsi, anggaran DPR dan wacana parlemen modern.

"Saya kira kita menatap DPR satu tahun lebih dengan wajah yang agak suram, dengan harapan yang nyaris sulit untuk kita tunjukkan dengan bersemangat. Karena kita tahu di depan mata sudah ada tahun politik pada saat bersamaan menentukan target yang masih harus diselesaikan oleh DPR itu akan sangat banyak", kata Lucius Karus salah satu peneliti di Formappi. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya