Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Jusuf Kalla: Umat Islam akan Dengarkan Ulama

Astri Novaria
11/5/2018 19:10
Jusuf Kalla: Umat Islam akan Dengarkan Ulama
(MI/RAMDANI)


WAKIL Presiden RI Jusuf Kalla (JK) berterima kasih atas kehadiran dan kontribusi seluruh ulama dalam Konferensi Ulama Trilateral Afganistan-Indonesia-Pakistan yang diselenggarakan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5).

"Bogor terkenal karena kota hujan. Umat Islam meyakini hujan adalah berkah. Semoga keberkahan Tuhan tercurahkan kepada kita semua di tempat ini," ujar Wapres ketika menutup konferensi.

Pertemuan tersebut mengusung tema Islam Rahmatan lil Alamin, Perdamaian dan Stabilitas di Afghanistan. Pada agenda konferensi ada lima pokok permasalahan yang  dibahas, yaitu perdamaian dan persahabatan dalam Islam, violent extremism dan ai’tidal (toleransi), peran ulama serta peran negara, dan langkah maju ke depan.

"Kita paham begitu banyak konflik dan peperangan di negara-negara Islam yang disebabkan oleh masalah politik dan ekonomi, radikalisme dan intervensi negara besar. Akibatnya, umat Islam yang tidak berdosa mengalami penderitaan terus menerus. Oleh karena itu, upaya perdamaian terus dilakukan. Konferensi Trilateral ini adalah bagian dari upaya itu," tandas Kalla.

Lebih lanjut, Kalla mengatakan sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia ikut memikul tanggung jawab untuk membantu mewujudkan perdamaian di Afganistan dan Pakistan. Diingatkannya, sebagai sesama umat Islam, penderitaan kaum muslimin dan muslimah di belahan dunia lain akibat konflik dan peperangan ikut terasa.

"Pemerintah dan rakyat Indonesia terus bahu membahu membantu perjuangan saudara kita di berbagai wilayah konflik lainnya. Saat ini kita hidup di masa saat kita tidak dapat mendengarkan perintah nabi secara langsung. Maka, umat Islam akan mendengarkan ulama karena ulama adalah pewaris nabi," tegas Kalla.

Konferensi menyepakati pesan perdamaian yang bertajuk Bogor Ulema Declaration of Peace. Kalla mengungkapkan pesan perdamaian yang dituangkan dalam deklarasi tersebut berisikan pandangan para ulama tentang pentingnya perdamaian yang diajarkan dalam Al-Quran.

"Ini menjadi catatan sejarah untuk dukungan dan kontribusi ulama bagi perdamaian karena itu Bogor Ulema Declaration of Peace sangat bermakna bagi seluruh umat Islam dalam upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Afganistan. Ke depan, upaya ini tidak boleh berhenti," tutur Kalla.

Kalla melanjutkan, ulama dari tiga negara ini selanjutnya menjadi motor penggerak bagi pertemuan ulama yang lebih luas lagi ke depannya. Proses perdamaian yang inklusif menurutnya perlu segera dilakukan. Indonesia, sambung dia, siap untuk terus berkontribusi dalam proses perdamaian di Afganistan.

"Adalah niat dan harapan yang tulus dari kami ulama pemerintah Indonesia untuk melihat perdamaian di Afganistan. Perdamaian yang telah lama dinanti-nantikan," imbuhnya.

Kalla juga sempat mengutip Al-Quran surat An-Nisa ayat 59 yang berarti, "Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Allah SWT dan Rasulnya. Jika engkau benar-benar beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, demikian ini lebih utama dan lebih baik akibatnya."

"Saya harap seluruh pemangku kepentingan di Afganistan tidak kehilangan harapan dan terus berupaya agar perdamaian itu dapat segera terwujud. Semoga Allah mendamaikan segala perselisihan, menyatukan hati kita dalam kebaikan dan membimbing kita dalam upaya yang kita lakukan," pungkas Kalla. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya