Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Presiden Minta PBB Bahas Isu Pemindahan Dubes AS Ke Jerusalem

Rudy Polycarpus
11/5/2018 16:55
Presiden Minta PBB Bahas Isu Pemindahan Dubes AS Ke Jerusalem
(AFP PHOTO / THOMAS COEX)

INDONESIA kembali mengecam keras keputusan Amerika Serikat atas rencana pemindahan kedutaan besarnya ke Jerusalem. Selanjutnya, Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas isu tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan.

Hal tersebut ditegaskan Presiden Joko Widodo saat membuka Konferensi Ulama Trilateral di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5). Tiga negara yang mengikuti konferensi meliputi Afghanistan, Indonesia, dan Pakistan.

"Pertemuan trilateral ulama ini kita lakukan di tengah keprihatinan dunia, khususnya dunia Islam, terkait dengan rencana pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Jerusalem. Indonesia mengecam keras keputusan ini. Keputusan pemindahan ini melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB," ujar Presiden di awal sambutan pembukaan.

Selain mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, Presiden juga meminta negara lain untuk tidak mengikuti langkah 'Negeri Paman Sam' itu. Pasalnya, langkah tersebut mengancam proses perdamaian antara Palestina dan Israel, serta kawasan.

"Pemindahan ini mengganggu proses perdamaian dan bahkan mengancam perdamaian itu sendiri. Kita bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia," tandas Presiden.

Konferensi Ulama Trilateral merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Jokowi ke Afghanistan pada Januari lalu. Saat itu, Presiden  menyatakan, Indonesia siap menjadi tuan rumah pertemuan ulama internasional. Tujuannya mendorong terciptanya perdamaian di Afghanistan.

Pertemuan para ulama dari tiga negara besar yang mewakili lebih dari 488 juta populasi umat muslim dunia ini digelar untuk mewujudkan perdamaian dan solidaritas di Afghanistan. Pertemuan dihadiri setidaknya 19 ulama dari Afghanistan, 17 ulama dari Pakistan, dan 17 ulama dari Indonesia. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya