Kamis 19 Maret 2015, 00:00 WIB

Kewarganegaraan Anggota IS Terancam Dicabut

Administrator | Politik dan Hukum
Kewarganegaraan Anggota IS Terancam Dicabut

AP/militant website

 
DEMI memberi efek jera atas banyaknya upaya WNI yang hendak bergabung dengan Islamic State di Suriah, otoritas keamanan tengah menelaah perundangan yang memungkinkan kemudahan pencabutan kewarganegaraan bagi mereka yang bergabung dengan organisasi teroris itu.

"Itu yang sedang kita dorong dan yang sedang kita minta aturan-aturan itu. Kita berharap dikeluarkan satu aturan hukum yang lebih kuat, lebih tegas, sehingga tidak mudah (pergi ke Suriah). Ada beberapa negara lain yang sudah menerapkan aturan itu. Bagi mereka yang sudah jelas-jelas keluar, mereka dicabut kewarganegaraannya," tutur Kepala Badan Intelejen Negara Marciano Norman, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, tadi malam.

Menurutnya, konsekuensi hukum bagi WNI yang bergabung dengan IS juga menanti jika mereka kembali ke Tanah Air. Syaratnya ada pembuktian keterlibatan dengan organisasi ini.

"Tapi aturan (pencabutan kewarganegaraan) ini sedang dibicarakan oleh kementerian terkait (Kemenkum dan HAM)."

Menkum dan HAM Yasonna Laoly mengakui pihaknya tengah menggodok kemungkinan adanya peraturan tersebut.

Namun, untuk diterapkan saat ini, pencabutan kewarganegaraan itu masih belum dimungkinkan.

Upaya untuk mengantisipasi rekrutmen IS saat ini ialah lewat upaya cekal.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah Turki soal pemulangan 16 WNI tersebut. Penyelidikan akan terus dilakukan bersama dengan otoritas Turki.

"Sampai sekarang kita belum dapat memastikan apakah 16 orang tersebut akan bergabung dengan ISIS. Enam belas orang itu memang menyampaikan akan menyeberang ke Suriah," akunya.

Sementara itu, Polri telah merilis lima wilayah di Indonesia yang menjadi potensi untuk kegiatan rekrutmen IS.

Lima wilayah itu ialah Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

Rekrutmen masif yang dilakukan IS di Indonesia juga kian mengkhawatirkan.

Seperti yang terjadi di Bandung, Jawa Barat, ketika mendengar kabar anaknya akan masuk menjadi anggota IS, Mahfouzt Firdaus, 47, ayah kandung Asyahnaz Yasmin, 25, warga Kampung Babakan, Rancakasumba, mencoba bunuh diri dengan cara menenggak racun serangga.

Ia shocked sebab anaknya termasuk satu di antara 16 WNI yang hilang di Turki.  (Kim/LN/BU/P-2)

Baca Juga

MI/Rommy Pujianto

KPK Terus Periksa Saksi-Saksi Kasus Korupsi Bansos Juliari

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:43 WIB
Penyidik juga memeriksa Direktur Operasional PT Pertani Lalan Sukmaya. Perusahaan itu merupakan salah satu rekanan yang mendapat proyek...
MI/Susanto

Korupsi Bansos, KPK Panggil Politikus PDIP Ihsan Yunus

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 27 Januari 2021, 13:30 WIB
Politikus PDIP itu dipanggil sebagai mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR yang merupakan mitra kerja Kementerian...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Kuasa Hukum Pinangki Sebut Tuduhan Terima Uang Masih Kabur

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:47 WIB
"Kami katakan kabur karena sampai saat ini tidak dapat dibuktikan di mana dan kapan terdakwa menerima uang yang dituduhkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya