Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Gerindra Sebut Tidak Mudah Membentuk Poros Ketiga

M Taufan SP Bustan
07/5/2018 20:26
Gerindra Sebut Tidak Mudah Membentuk Poros Ketiga
(MI/M. Irfan)

WACANA pembentukan poros ke tiga menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 terus dikumandangkan sejumlah partai politik termasuk. Partai Gerindra pun menilai itu suatu hal yang tidak mudah untuk dilakukan.

Politisi Senior Gerindra Ahmad Riza Patria mengaku, wacana pembentukan poros ketiga mungkin saja bisa terjadi. Namun itu baru sekadar kemungkinan.

“Kalu bicara mungkin, ya mungkin-mungkin saja. Cuman faktanya sekarang belum ada tanda-tanda mengarah kesana,” terangnya kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (7/5).

Tetapi pada kenyataannya, kata dia, pembentukan itu sulit untuk terjadi. Terlebih, lanjutnya, di dalam poros ketiga itu harus ada tiga partai. Dan paling penting dari tiga partai itu harus ada satu partai besar.

Menurut Ahmad, sekarang ada PAN, PKB, dan Demokrat. Sementara PKS otomatis tidak akan mengikuti poros ketiga dan tetap setiap bersama Gerindra.

“Kecuali PAN, PKB, dan Demokrat berkoalisi bisa saja terjadi poros ketiga. Kan sekarang sudah ada poros Jokowi dan Prabowo. Namun poros ketiga itu sekali lagi belum bisa dipastikan,” ungkapnya.

Ahmad menambahkan, poros ketiga itu benar-benar harus diinisiasi oleh partai besar seperti Demokrat. Di mana Demokrat harus menjadi leader. Otomatis harus memiliki Capres. Sementara wakilnya bisa dari PAN atau PKB.

“Kalau tidak begitu sulit terjadi. Sekarang kalau Demokrat tidak mau, mana bisa poros ketiga jadi. Karena PAN dan PKB tidak mencukupi kursi untuk mengusung,” tandasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya