Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ulama Dunia Dijamu Sop Buntut dan Es Cendol

Nur Aivanni
01/5/2018 19:57
Ulama Dunia Dijamu Sop Buntut dan Es Cendol
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

USAI membuka Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendikiawan Muslim Dunia tentang Wasathiyah Islam, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo mengajak Imam Besar Al Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb dan para ulama dan cendikiawan dunia yang hadir untuk salat zuhur berjamaah.

Salat dilakukan di Masjid Baitussalam, Istana Bogor. Ibadah salat zuhur tersebut diimami oleh Imam Besar Masjidil Haram Saleh Abdullah M Bin Himeid.
Acara pun kemudian dilanjutkan dengan santap siang bersama yang digelar di restoran Green Garden, Kebun Raya Bogor. Menu yang disajikan pun khas kuliner Indonesia. Sebagai pembuka, menu yang disajikan kepada tamu undangan adalah tahu isi udang dan sop buntut.

Selanjutnya, tamu undangan dihidangkan menu utama, yakni nasi goreng nanas, nasi putih, karedok, rendang, udang telur asin, ayam taliwang, aneka sate dan oseng-oseng sayur. Usai menyantap hidangan menu utama, cendol, pisang goreng dan potongan buah segar menjadi penutup santap siang mereka.

Acara pembukaan KTT Ulama dan Cendikiawan Muslim Dunia dihadiri oleh seratus tokoh ulama dan cendikiawan muslim Indonesia dan dunia serta para duta besar negara sahabat di Jakarta. Saat membuka KTT tersebut, Jokowi menyerukan agar konsep Wasathiyah Islam menjadi gerakan yang mendunia.

"Kita harus membangun gerakan Wasathiyah Islam menjadi gerakan bersama yang mendunia, yang dapat menginspirasi para pemimpin, ulama, kaum muda dan umat Islam agar tetap teguh pada jalur moderasi Islam," katanya.

Menurutnya, keterlibatan para ulama menjadi sangat penting karena mereka adalah contoh keteladanan bagi umat Muslim. Jika para ulama bersatu padu untuk membumikan moderasi Islam, sambungnya, maka poros Wasathiyah Islam dunia akan menjadi arus utama.

Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya