Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SISTEM pertahanan negara di kawasan dipastikan semakin kuat dengan hadirnya KRI Ardadedali-404. Kapal selam kedua yang diresmikan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di galangan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co, Ltd (DSME), Okpo, Korea Selatan, itu bakal berlabuh di Pangkalan Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya.
Demikian dikatakan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen Totok Sugiharto kepada wartawan di Balai Media Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (30/4). "Pada 28 April, kapal selam tersebut sudah berlayar dari Korsel menuju Surabaya. Waktu berlayar menuju Tanah Air selama 20 hari," ujarnya.
Menurut dia, KRI Ardadedali-404 merupakan satu dari tiga kapal selam yang dipesan dari pemerintah Korsel. Sebelumnya, pada Agustus 2017 KRI Nagapasa-403 yang juga dirakit di DSME telah diresmikan oleh Menhan Ryamizard dan kemudian dioperasikan.
Sementara kapal selam ketiga, sambung dia, masih dirakit oleh PT PAL, BUMN yang bergerak di bidang industri galangan kapal di Surabaya, Jawa Timur. Diperkirakan perakitan kapal selam ketiga hasil kerja sama Indonesia-Korsel itu rampung tahun depan.
"Pak Menhan sudah menyampaikan bahwa hadirnya kapal selam itu maka kita memiliki 3 kepala selam dengan persenjataan lengkap. Dengan combat-nya ini juga akan membuat efek gentar di jajaran regional kita," terang dia.
KRI Ardadedali-404 diketahui berbobot 1.400 ton dengan panjang 61,3 meter dan lebar 7,6 meter. Armada canggih yang memiliki kecepatan 21 knot di bawah air dengan daya tampung 41 orang, itu merupakan kapal selam dengan spesifikasi Latest Combat System, Enhanced Operating System, Non-hull Penetrating Mast and Comfortable Accomodation.
"Selain itu, kapal selam produksi DSME ini dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 milimeter dan peluru kendali antikapal permukaan yang merupakan modernisasi armada kapal selam TNI AL," kata Totok.
Pemberian nama Ardadedali pada kapal tersebut sangat tepat karena diambil dari salah satu nama senjata panah yang dimiliki Arjuna, tokoh pewayangan Jawa. KRI Ardadedali diharapkan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menjaga serta mempertahankan kedaulatan NKRI, serta menegakkan hukum di perairan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved