Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Berpotensi Disusupi Kepentingan Politik, May Day Diawasi Bawaslu

Tosiani
30/4/2018 14:45
Berpotensi Disusupi Kepentingan Politik, May Day Diawasi Bawaslu
(MI/Rommy Pujianto)

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan mengawasi dengan ketat potensi pelanggaran pemilu dengan memanfaatkan perayaan May Day, besok, Selasa (1/5). Polisi mengaku telah berkoordinasi dengan Bawaslu jika ada kepentingan politik yang menyusup dalam aksi May Day.

"Semua ada aturannya, ada Bawaslu yang akaan mengawasi kalau May Day ada pelanggaran Pemilu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Jakarta, Senin (30/4).

Bawaslu, kata Argo, tidak akan segan menindak setiap pelanggaran yang ada. Hal itu sesuai ketentuan yang sudah berlaku. "Maka dari itu, Bawaslu yang akan menindak. Jadi ada ketentuan tersendiri yang akan menindak," ujar Argo.

Puluhan ribu buruh diperkirakan akan menggelar aksi May Day di beberapa titik lokasi di Jakarta. Aksi itu akan berlangsung dalam pengamanan ketat anggota polisi.

"1 Mei 2018 berlangsung pukul 10.00 - 18.00 WIB, kegiatan menyampaikan pendapat di Istana Negara, Istora Senayan, Balai Kota, Kementan, dan Gedung DPR dan MPR, GBK, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal dan PRJ," terangnya.

Sejumlah elemen buruh, kata Argo, terlibat dalam aksi May Day di antaranya KSPI, KSPMI, KSBSI, dan KASPI. Tuntutan yang disuarakan adalah hentikan keserakahan dan hegemoni koorporasi, wujudkan kesejahteraan rakyat, turunkan harga tarif listrik, cabut PP Nomor 78, dan pilih presiden yang pro buruh.

Aksi massa buruh juga akan berlangsung di daerah-daerah sekitar Jakarta yakni Bekasi Kota, Tangerang Kota, dan Tangerang Selatan.

"Masa yang dari Depok, Bekasi, Tangerang dan akan masuk ke Jakarta, akan kita kawal ke titik kumpul. Mereka kita arahkan ke luar HI, menuju Istana," kata Argo. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya