Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Warga Mengeluh Car Free Day Jadi Ajang Adu Politik

Nurjiyanto
29/4/2018 11:34
Warga Mengeluh Car Free Day Jadi Ajang Adu Politik
(MI/Nurjiyanto)

NUANSA politik terasa pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau yang biasa dikenal Car Free Day (CFD) di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin Jakarta, Minggu (29/4). Hal tersebut disebabkan adanya aksi damai penggunaan kaos #2019GantiPresiden serta kaos #DiaSibukKerja disertai long march sepanjang jalan Thamrin-Bundaran HI.

Berdasrkan pantauan Media Indonesia, ratusan orang ikut serta dalam aksi ini. Salah satunya Rahma, 42, relawan kaos #DiaSibukKerja. Ia mengungkapkan dirinya mendapatkan kaos tersebut dari salah satu temannya yang menjual kaos itu. Saat ditanya mengapa dirinya membeli, warga Pasar Rumput ini pun mengaku bahwa hal tersebut ia lakukan karena menganggap kinerja presiden selama ini cukup memuaskan.

"Kalo kaos saya dapat dari teman yang jual. Ini juga jadi sikap saya bahwa kinerja Presiden selama ini memuaskan ya, lihat saja pembangunan yang merata," ujarnya.

Di sisi lain Kurniawan, 47, salah satu relawan kaos #2019GantiPresiden  yang mengaku mendapatkan kaos tersebut dari temannya yang memang menjul kaos tersebut. Warga Kemayoran itu mengatakan ia memakai kaos tersebut karena ia memang setuju dengan slogan yang tertera di sana, alias belum puas dengan kinerja presiden.

"Ganti Presiden, selama ini Presiden belum bisa mensejahterahkan rakyat malah masukin orang asing buat kerja, makanya 2019 ganti presiden" ujarnya.

Sejauh ini berdasarkan pantauan Media Indonesia, aksi tersebut masih berjalan dengan damai meski para relawan saling teriak berbalas slogan. Namun ternyata, aksi tersebut dinilai mengganggu masyarakat yang datang ke CFD.

Natalia, 19 misalnya, mahasiswa yang mengaku dari Universitas Negeri Jakarta ini mengaku terganggu dengan adanya aksi tersebut. Pasalnya, walaupun digelar di tempat umum, aksi berbau persaingan politik itu dinilainya tidak elegan.

"CFD walau tempat umum ya jangan dijadikan tempat adu politik. Walau gak ada gambar partainya tapi masyarakat sudah tau lah. Tapi ini kan demokrasi, ya semoga ada cara yang lebih elegan," ungkapnya.

Tak hanya itu, Zulhamdi, 32 seorang karyawan swasta mengungkapkan bahwa ia cukup menyayangkan para relawan yang mengikutsertakan anak-anak mereka.

"Kasian itu anak-anak kecil dibawa-bawa. Ikut teriak-teriak padahal gak tau apa-apa, ya tapi gimana mungkin sekalian jalan-jalan ya," ujarnya sambil tertawa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya