Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan Indonesia saat ini harus agresif melakukan perundingan dan diplomasi internasional, terutama Eropa. Selama ini menurutnya hal tersebut kurang dilakukan.
"Kita agak terlambat sehingga terjadi seperti ini, beberapa tokoh yang saya temui ternyata kurang memahami kemajuan Indonesia, mereka tidak tahu kemajuan ekonomi kita, situasi keamanan Indonesia dan bahwa kita sedang mengerjakan isu-isu lingkungan," jelas Luhut dalam keterangan resmi, Rabu (25/4).
Beberapa waktu ke belakang, Luhut tengah melakukan berbagai perundingan dengan anggota parlemen dan komisi Eropa terkait kelapa sawit. Sepanjang itu, menurutnya, ia telah menyarankan kepada counter part-nya dari Uni Eropa untuk langsung datang ke Indonesia melihat langsung kemajuan Indonesia.
"Banyak dari mereka kaget dengan Indonesia, mereka tidak menyangka negara ini begitu besar dan kagum dengan pemerintahan yang bisa mengelola negara sebesar ini."
"Karena itu saya undang mereka untuk datang ke Indonesia, melihat langsung karena "seeing is believing"," pungkas Luhut.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan para negara counter part meminta perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU-CEPA) segera digelar untuk menyelesaikan berbagai isu.
"Komisioner EU Karmenu Vella yang membawahi bidang lingkungan mengatakan akan mendorong penyelesaian yang adil untuk semua pihak. Dan ia mengatakan tidak meragukan komitmen Indonesia dalam mengatasi isu-isu lingkungan hidup dan memberantas "illegal fishing" tetapi ia juga meminta Indonesia untuk ikut mempercepat penyelesaian perundingan perjajian dagang I-EU-CEPA," paparnya.
Dalam pertemuan tertutup tersebut Komisioner Eropa untuk Kemaritiman dan Perikanan Karmenu Vella menyetujui ajakan Menko Luhut untuk datang ke Indonesia.
"Dia sudah beberapa kali datang ke Indonesia tetapi tidak lama dan dalam rangka tugas, saya mengajaknya untuk tinggal lebih lama di Indonesia pada saat menghadiri Konferensi Kelautan (OOC/Our Ocean Conference) pada bulan Oktober nanti," jelas Luhut. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved