Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

DPD Sambut Baik Rencana Pertemuan Dua Pemimpin Korea

Anggi Tondi Martaon
24/4/2018 17:51
DPD Sambut Baik Rencana Pertemuan Dua Pemimpin Korea
(MI/MOHAMAD IRFAN)

KETUA DPD RI Oesman Sapta Odang (Oso) menyambut baik rencana pertemuan dua pempimpin Korea pada 27 April. Menurutnya, pertemuan antara pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in merupakan peristiwa yang dapat membawa dampak baik terhadap perdamaian kedua negara yang telah berkonflik selama 68 tahun.

"Saya mengucapkan selamat kepada Korsel. Dengan membaiknya hubungan antara Korsel dan Korut menjadi tanda bahwa perdamaian antar suku bisa kembali bersatu," kata Oso saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Kim Chang Boem, di ruang kerjanya di lantai 8 Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (24/4).

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak lebih banyak membahas tentang rencana pertemuan pemimpin Korsel dan Korut. Oso mengatakan perdamaian yang terjalin antara Korsel dan Korut merupakan salah satu impian Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan negara yang sangat menghargai perdamaian. Jika perdamaian mereka terwujud, akan menjadi hal baik bagi kedua negara yang berada di semenanjung Asia Timur itu.

"Kita melihat contoh Jerman Barat dan Jerman Timur. Dan orang Korea itu pekerja keras, jadi sangat mudah mereka merebut pangsa pasar dunia jika mereka bersatu. Dan saya percaya kedua pemimpin itu bertemu, tentu semuanya menjadi cair," lanjut Oso.

Senator asal Kalimantan Barat itu menyebutkan, perdamaian tentunya akan memberikan dampak yang baik terhadap perekonomian dunia. Dia berharap, kedua negara dapat menjalin hubungan baik tersebut di masa akan datang. "Apalagi dengan pernyataan Korut yang ingin menyetop percobaan nuklir. Ini menjadi pertanda perdamaian dunia akan tercapai," tambahnya.

Selain itu, Oso juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor mana pun sesuai bidang masing-masing. Dia menegaskan, anggapan Indonesia hanya membuka investasi untuk beberapa negara tidak benar. Oleh karenanya, Oso menyampaikan agar Korsel tidak ragu berinvestasi di Indonesia.

"Negara mana pun, apalagi korea sudah berteman dengan kita, pintu untuk Korea terbuka. Informasikan kepada DPD, apa saja yang dibutuhkan oleh Korea, karena DPD sedang merubah sistem untuk menarik investor ke daerah," tegasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya