Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Generasi Milenial Rentan Hanya Jadi Objek Politik

Dero Iqbal Mahendra
22/4/2018 20:00
Generasi Milenial Rentan Hanya Jadi Objek Politik
( ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

GENERASI milenial menjadi salah satu segmen pemilih yang diyakini bakal diperebutkan partai-partai politik yang bersaing di Pemilu 2019. Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang Milenial Dara Adinda Nasution melihat bahwa generasi milenial memang berpotensi menjadi sasaran utama dari pelaku politik.

Menurutnya hal tersebut karena jumlah generasi milenial yang akan memiliki hak pilih pada 2019 tergolong cukup besar. Berdasarkan survei Alvara Research pada 2016, penduduk usia 15-34 tahun mencapai 34,45% dari total populasi dan akan terus bertambah dalam tahun-tahun mendatang.

"Data ini dibenarkan oleh Badan Pusat Statistik yang menyatakan bahwa Indonesia memiliki 125,44 juta angkatan kerja produktif. Secara elektoral, millenial ini sasaran empuk," terang Dara saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (22/4).

Selain itu dari sisi karakteristik, generasi milenial memiliki perbedaan dengan generasi yang sedang berkuasa saat ini. Misalnya rezim yang sedang berkuasa, militer, dan islamis secara politik, pada level tertentu, terkonsolidasi, dan mereka memiliki ideologi mapan serta kepentingan yang tinggi.

Sebaliknya, kelompok anak muda bukan merupakan kelompok politik yang terkonsolidasi secara matang. Dengan kata lain bukan kelompok yang mengonsolidasikan diri secara sengaja berbasis kesadaran atas preferensi politik tertentu, terutama sebagai gerakan politik baru.

"Meski tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga anak muda yang telah memiliki preferensi politik, tetapi kondisi ini membuat mereka rentan dijadikan sekadar objek, bukan subjek di politik," jelas Dara.

Hal tersebut dapat terlihat dari sejumlah partai yang memiliki gerakan sayap partai khusus anak muda yang dibuat untuk menarik perhatian dari para generasi muda. Namun, partai-partai tersebut hanya menjadikan anak-anak muda sebatas sayap dari partai tanpa menjadikan generasi muda sebagai tubuh dari partai.

"Di PSI, kita menempatkan generasi millenial sebagai subjek politik. Anak muda jadi 'tubuh' bukan sekadar 'sayap'. Secara jumlah, 75% pengurus PSI berusia di bawah 33 tahun dan 65% anggota di bawah 35 tahun," ujar Dara.

Ia meyakinkan bahwa generasi millenial yang optimistis, rileks, tidak struktural-birokratis itu juga mampu mengambil peran dalam menangani permasalahan bangsa. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya