Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ketua Sedulur Jokowi Merasa Dibenturkan dengan Jokowi

Dero Iqbal Mahendra
22/4/2018 18:50
Ketua Sedulur Jokowi Merasa Dibenturkan dengan Jokowi
(Ist)

KETUA Umum Sedulur Jokowi Paiman Raharjo menyatakan bahwa baliho-baliho yang memunculkan figur Presiden Joko Widodo bersama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bukan milik organisasinya.

Pernyataannya menyikapi kabar kemunculan sejumlah baliho yang menampilkan Jokowi-Gatot di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

"Baliho tersebut bukan milik relawan Sedulur Jokowi, karena jajaran DPP Sedulur Jokowi secara resmi tidak pernah memerintahkan memasang baliho tersebut," terang Paiman di sela peresmian kantor DPP Sedulur Jokowi, di Jakarta Selatan, Minggu (22/4).

Paiman menjelaskan bahwa relawan yang dipimpinnya bernama relawan Sedulur Jokowi dan bukan 'relawan sedulur' sebagaimana di gambar baliho yang beredar. Oleh sebab itu dirinya merasa yakin bahwa baliho tersebut bukan berasal dari organisasinya.

"Mungkin itu merupakan aspirasi masyarakat arus bawah yang menginginkan adanya pasangan Jokowi-Gatot di 2019 atau baliho tersebut hanya test case untuk menggiring opini publik dari sekelompok orang, sehingga jangan dikait-kaitkan dengan relawan yang dipimpinnya," terang Paiman.

Ia juga menyebut ada pihak yang berusaha membenturkan dirinya dengan Jokowi. Padahal menurutnya dirinya bukan siapa siapa dan hanya kebetulan mengidolakan Jokowi sejak berkiprah di Pilkada Solo, DKI Jakarta, hingga Pilpres 2014.

"Saya berjuang dengan biaya sendiri untuk memperjuangkan Pak Jokowi memimpin negeri ini dan bahkan sempat terjadi keributan yang luar biasa dengan keluarga karena jarang berada di rumah. Saya selalu menjaga nama baik Pak Jokowi, saya tidak pernah meminta minta membuat proposal ke pihak manapun untuk setiap kegiatan, boleh cross check siapa yang pernah saya minta, hadapkan ke saya," keluh Paiman.

Ia menyebutkan ada pihak yang berusaha menyudutkannya dengan menyebarkan susunan struktur Sedulur Jokowi yang mencantumkan asisten pribadi presiden ke media sosial. Padahal menurutnya lembaran tersebut hanya draf awal yang dibahas di dalam rapat dan merupakan masukan dari berbagai pihak yang nantinya baru akan dikomunikasikan dengan pihak terkait.

Hal tersebut berdampak kepada munculnya kesalahpahaman antara Paiman dengan sekretaris pribadi (sespri) presiden.

"Jadi saya mohon dan minta tolong kepada para pihak yang selama ini meneror saya agar berhenti, karena selama ini saya hanya memikirkan kebaikan negeri ini ke depan, dengan mengusung Jokowi sebagai presiden," pungkas Paiman. (A-2)

Baca juga : Relawan Sedulur Jokowi Tepis Pandangan Jokowi Anti-Islam



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya