Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, dinilai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan langkah wajar yang dikenal sebagai "shopping periode".
Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan saat ini memang waktu yang sangat tepat buat partai politik melakukan "shopping periode" hingga gelaran Pilkada 2018 usai. Dikatakan Arsul, "shopping periode" dilakukan sebagai langkah untuk mendiskusikan terkait dengan opsi-opsi dinamika koalisi jelang Pilpres 2019.
“Pokonya gini, masa-masa ini saya yakin sampai dengan pilkada itu adalah masa shopping periode buat semua parpol tokoh politik. Shopping periode untuk apa, untuk mendiskusikan pembicaraan opsi-opsi yang berkembang terkait dengan pemilu 2019 khusunya pilpres," ujarnya.
Menurutnya, pertemuan antara pimpinan partai politik (parpol) sangat baik buat demokrasi bangsa saat ini, guna menciptakan atmosfer kontestasi yang tentram dan damai.
“Kan gitu, dari sisi manfaat (pertemuan itu) ya baik saja. Makin banyak antar tokoh ketemu, ya inshaAllah lebih dingin lah. Yang bikin panas kan para buzer-buzernya saja. Tapi Kalau nggak ketemu nanti para tokohnya juga ikut-ikutan jadi buzer. Saat ini kalau lihat arahnya komunikasinya kami meyakini Demokrat lebih condong ke Pak Jokwoi,” pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyambut baik komunikasi intensif yang dilakukan antar Ketua Umum partai ini. Mardani mengatakan komunikasi ini membuka kemungkinan peluang koalisi partai politik dalam Pilpres, meski PKS sudah hampir pasti akan maju bersama dengan Gerindra maju Pilpres 2019.
"PKS terbuka untuk bertemu. Walau posisi saat ini kita sudah kian dekat untuk deklarasi bersama Gerindra," ucapnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved