Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Jokowi Dorong Industri Fesyen Muslim Khas Indonesia

Rudy Polycarpus
19/4/2018 22:45
Jokowi Dorong Industri Fesyen Muslim Khas Indonesia
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

FESYEN merupakan salah industri yang juga harus terus bergerak mengikuti gaya hidup masyarakat yang melaju cepat. Namun, kata Presiden Joko Widodo, modernisasi industri fesyen tidak boleh melupakan nilai-nilai agama dan akar tradisi bangsa.

Demikian pesan Presiden ketika membuka Muslim Fashion Festival (Mufest) Indonesia 2018 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Kamis (19/4).

"Mengembangkan industri lifestyle ini adalah satu kesatuan dengan yang namanya modernisasi. Tetapi modernisasi yang kita lakukan tanpa melupakan nilai-nilai agama dan tradisi kita. Tidak boleh melupakan norma-norma kita. Jangan sampai kita pernah lepas dari nilai-nilai keagamaan dan akar-akar kebudayaan yang kita punya," ujarnya yang hadir mengenakan baju batik cokelat dan sarung berwarna biru.

Ia menilai, industri kreatif, termasuk industri fesyen memiliki peran penting karena memiliki masa depan cerah. Pasalnya, sebagai negara yang sedang bertumbuh pesat, Indonesia memiliki semakin banyak masyarakat kelas menengah. Masyarakat kelas ini, tutur Presiden, memiliki kesadaran tinggi dengan busana sebagai bagian dari gaya hidup.

"Saat ini ratusan juta orang di Asia, di Amerika Selatan di Afrika, Timur Tengah, termasuk di Asia Tenggara dan Indonesia sendiri sedang dalam proses naik kelas. Bergabung kepada yang namanya kelas menengah atau middle class yang penuh dengan gaya hidup, yang penuh dengan lifestyle," kata Jokowi.

Sekarang, lanjut mantan wali kota Solo itu, tinggal bagaimana masyarakat mengembangkan industri fesyen sehingga Indonesia menjadi pusat busana muslim dunia dan memiliki ciri khas. "Kalau Arab, Turki, Timur Tengah punya ciri khas, kita juga harus menampilkan ciri khas Indonesia lewat busana."

Sebab, ia menilai industri fesyen busana muslim sudah melekat dengan masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam. Hal ini terbukti dengan banyaknya pujian dari dunia internasional mengenai keindahan desain busana muslim dari Indonesia. (OL-5)

"Setiap kali saya keliling dunia, banyak bertemu dengan orang, selalu mereka menyampaikan kepada saya bahwa busana muslim desain dari Indonesia sangat luar biasa. Sekarang tinggal kita bagaimana mengembangkan ini supaya Indonesia bisa menjadi pusat busana muslim dunia," tandasnya.

MUFFEST kali ini merupakan acara yang ketiga kalinya digelar di Indonesia. Perhelatan akbar untuk modest wear ini diadakan selama tiga hari pada 19-22 April 2018. MUFFEST 2018 mengusung misi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah dan pusat inspirasi industri busana muslim dunia dengan mengoptimalkan kekuatan budaya lokal pada 2020.

Terpisah, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma mengatakan, sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi target pasar bagi desainer-desainer dunia. Untuk itu, lanjutnya, Indonesia harus bisa melindungi produk Indonesia dengan inovasi dan personal branding.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya