Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Potensial, Pemilih Mileneal Mestinya Bukan Cuma Objek Suara

Golda Eksa
19/4/2018 21:13
Potensial, Pemilih Mileneal Mestinya Bukan Cuma Objek Suara
(MI/Susanto)

DIREKTUR Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, menilai jumlah pemilih milenial dalam perhelatan pesta demokrasi sangat signifikan. Namun, ia menyayangkan, suara pemilih milenial itu masih sekadar menjadi objek pengumpulan suara untuk memenangkan pemilu.

Suara pemilih mileneal dinilai Titi sangat potensial dalam menentukan kompetisi dan kemenangan para kandidat. Saat ini, hal itu dilihat sebagai potensi objek pengumpulan suara oleh partai politik. Pdahal, dalam konteks pemurnian daulat rakyat suara pemilih mileneal harusnya dijadikan modalitas kekuatan yang berkontribusi bagi perbaikan generasi ke depan.

"Jadi, interaksi politik antara partai, kandidat dengan pemilih milenial masih beraroma interaksi satu arah ketimbang kemudian interaksi dua arah yang bersifat adu gagasan visi misi dan tawar menawar ide," ujar Titi ketika dihubungi, Kamis (19/4).

Ia mengemukakan, sejauh ini pihak penyelenggara pemilu berusaha mendekati pemilih milenial agar nantinya dapat terbangun kesadaran politiknya. Pemilih milenial memiliki karakter dinamis, kritis, dan terbuka wawasannya. Di sisi lain, mereka juga lebih cepat skeptis dan pragmatis melihat perilaku elit.

"Kalau ini tidak dikenal dengan baik maka mereka bisa ogah-ogahan untuk ikut di dalam proses politik dan pemilu. Oleh karena itu, strategi kandidat untuk mendekati mereka menjadi penting, termasuk tawaran kandidat yang mengakomodir karakteristik dan kepentingan milenial agar ikut mempengaruhi animo mereka," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya