Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tensi Demokrasi Kian Mengkhawatirkan

Golda Eksa
19/4/2018 21:03
Tensi Demokrasi Kian Mengkhawatirkan
(MI/Rommy Pujianto)

PENGGUNAAN isu sara, politik uang, dan ujaran kebencian yang sempat mewarnai perhelatan pesta demokrasi di tahun-tahun sebelumnya terus mengalami perkembangan. Jika dibiarkan maka tensi demokrasi di Tanah Air bakal semakin mengkhawatirkan.

Ketua Kode Inisiatif Veri Junaidi, menerangkan proses demokrasi transaksional dan penggunaan isu sara justru merugikan masyarakat selaku pemilih. Pengunaan isu dapat menyebabkan perpecahan di internal masyarakat.

"Mestinya proses demokrasi itu menyatukan, bukan kemudian memunculkan konflik dan memecah belah antar pemilih dan rakyat," ujar Veri disela-sela diskusi Sinergi Pengawasan dan Pemantauan Pilkada 2018, di Jakarta, Kamis (19/4).

Dalam realitasnya isu politik uang masih menjadi pekerjaan rumah yang hingga kini belum bisa diselesaikan. Meski demikian jangan pula melempar tanggungjawab dengan menuding rakyat sebagai penyebab mahalnya pesta demokrasi.

Menurut dia, sejumlah problematika tersebut wajib diantisipasi dengan cara luar biasa. Tidak cukup hanya mengandalkan KPU untuk mensosialisasikan, maupun menyerahkan kepada Bawaslu terkait upaya mengantisipasi masalah yang muncul dalam proses demokrasi.

"Oleh karena itu sangat penting adanya sinergitas dan partisipasi masyarakat luas agar kesadaran muncul dan bersedia sama-sama mengantisipasinya. Paling tidak, cerdas dalam melihat, memilah, dan menggunakan setiap informasi yang digunakan. Ini agar nantinya isu itu tidak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu," tutup dia. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya