Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Purnawirawan Berlaga di Pilkada, TNI Tetap Harus Netral

Golda Eksa
17/4/2018 21:13
Purnawirawan Berlaga di Pilkada, TNI Tetap Harus Netral
(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada seluruh prajurit untuk tetap menjunjung netralitas, serta tidak boleh terpengaruh dengan realitas kontestasi sejumlah purnawirawan militer dalam perhelatan pilkada.

Partisipasi para purnawirawan TNI itu disebutnya sebagai penghargaan masyarakat sekaligus bentuk partisipasi aktif dalam politik pascapurnatugas. Walaupun demikian, partisipasi tersebut tetap tidak boleh menyeret TNI masuk ke ranah politik praktis.

Demikian pernyataan Panglima TNI yang dibacakan oleh Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Polkamnas Panglima TNI, Laksamana Muda Muchammad Richad di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (17/4).

Dalam pernyataan tertulis itu, Panglima TNI juga sudah menegaskan bahwa TNI merupakan institusi strategis yang memiliki jangkauan sampai ke pelosok nusantara dan mendapat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat.

"Tugas TNI untuk mengamankan dan menjamin suksesnya pesta demokrasi, tidak boleh dirusak oleh sikap yang tidak netral," ujar Hadi melalui keterangan yang diterima Media Indonesia dari Pusat Penerangan TNI.

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam waktu dekat ialah pilkada serentak di 171 daerah serta rangkaian Pemilu 2019. Pesta demokrasi biasanya akan diiringi dengan meningkatnya suhu politik di Tanah Air dan kerawanan, apalagi jika hal itu dibarengi dengan pelbagai tindakan kontraproduktif, seperti kampanye hitam, provokasi, serta pengerahan massa yang anarkistis.

"Saya minta kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk tidak bersikap reaktif terhadap segala isu yang berkembang dan tetap fokus pada tugas yang diembankan kepada kita sekalian," kata Hadi.

Hadi berharap seluruh prajurit dan PNS di lingkup TNI bisa membawa kesejukan di tengah masyarakat dengan tidak ikut menyebarkan informasi atau isu tanpa kejelasan sumber. Apabila masyarakat meminta konfirmasi, maka prajurit wajib memberi penjelasan yang tidak memperkeruh suasana.

"Jelaskan bahwa saat ini masyarakat harus lebih dewasa dalam bersikap di media sosial, karena kegaduhan yang timbul justru akan merugikan masyarakat sendiri," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya