Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Novanto Kecelakaan, Istri Mengaku Nyasar Saat ke RS Permata Hijau

Putri Anisa Yuliani
16/4/2018 17:25
Novanto Kecelakaan, Istri Mengaku Nyasar Saat ke RS Permata Hijau
Istri mantan Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, meninggalkan ruangan usai disumpah sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin ((ANTARA)

ISTRI terdakwa kasus korupsi KTP-E Setya Novanto, Deisti Astriani, hadir sebagai saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, hari ini. Saat tahu suaminya kecelakaan, Desti mengaku sempat tersasar ketika menuju RS Medika Permata Hijau dari kediamannya.

Deisti menyebut suaminya sempat mengabari dirinya sebelum kecelakaan terjadi. Melalui telepon, pada 16 November 2017 pukul 14.30, menurutnya, Novanto mengatakan akan menyerahkan diri ke KPK.

"Sekitar setengah tiga sore Bapak telepon saya katanya akan menyerahkan diri ke KPK," kata Deisti dalam sidang lanjutan kasus merintangi pemeriksaan KPK dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo, Senin (16/4).

Lalu saat kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, lanjut Deisti, ia dikabari oleh ajudan bernama Reza bahwa Novanto mengalami kecelakaan dan dibawa ke RS Medika Permata Hijau. Deisti pun segera berangkat dari rumahnya di Jl. Wijaya, Kelurahan Melawai Jakarta Selatan ke RS Medika Permata Hijau.

Namun, ia mengaku dirinya sempat tersasar sehingga baru tiba di RS pukul 20.30. "Saya sempat nyasar, keterusan gitu Pak Hakim. Jadi lama sampai RS," kata Deisti.

Wanita berumur 46 tahun itu mengatakan sebelumnya pada 15 November 2017, KPK pernah mendatangi kediaman Novanto. Namun pada saat itu, Novanto tak ada di rumah.

Menangis

Saat bertelepon, Novanto tak hanya mengatakan rencana untuk menyerahkan diri. Mantan ketua DPR RI itu juga berpesan kepada Deisti yakni agar bisa tetap kuat menghadapi peristiwa tersebut dan bisa menguatkan keluarga beserta anak-anak.

"Dia bilang, tidak apa-apa. Kamu yang kuat, juga kuatin anak-anak," ujarnya.

Mendengar hal itu, Deisti pun menangis dan tidak dapat melanjutkan pembicaraan lebih panjang lagi.

"Saya nangis-nangis pas dengar Bapak bilang begitu. Ya sudah, jadi ngomong di teleponnya nggak panjang," kata Deisti. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya