Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ulama Kalsel Harapkan Cawapres Jokowi Agamais

Nur Aivanni
13/3/2018 18:45
Ulama Kalsel Harapkan Cawapres Jokowi Agamais
(MI/Adam Dwi)

WAKIL Ketua MUI Kalimantan Selatan Abdul Hafiz Anshari mengatakan bahwa para ulama Kalsel berharap pendamping Presiden Joko Widodo yang akan bertarung kembali di Pilpres 2019 adalah sosok yang agamais.

"Jadi ada kombinasi di situ (nasionalis-agamais), supaya kehidupan bangsa kita terutama dalam konteks akhlak bangsa tidak bisa lepas dari koridor keagamaan," tutur Hafiz seusai bertemu dengan Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/3).

Selain itu, pihaknya berharap pendamping Jokowi pun harus memiliki kemampuan, kapasitas, dan kapabilitas. Namun, diakuinya, kriteria-kriteria itu tidak disampaikan kepada Jokowi dalam pertemuan tersebut. "Kami tidak sampaikan itu kepada beliau," ungkap Hafiz.

Ulama Kalsel, menurut Abdul, tidak mempermasalahkan asal daerah pendamping Jokowi kelak, apakah berasal dari Jawa atau luar Jawa. Yang terpenting, sosok yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan. "Tidak menyebut itu. Kita berharap orang yang memiliki pengetahuan keagamaan, peduli kepada urusan agama, karena mayoritas masyarakat kita beragama, maka diharapkan pendamping beliau juga mengerti urusan itu," terangnya.

Ada sekitar 39 ulama yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden hari ini. Para ulama tersebut berasal dari 13 kabupaten di Kalsel. Mereka yang hadir pun berasal dari beragam organisasi mulai NU, Muhammadiyah, majelis taklim, sampai majelis ulama.

Lebih lanjut, Hafiz menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut pihaknya lebih banyak membicarakan mengenai bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta peran para ulama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

"Beliau sangat berharap kerja sama antara pemerintah dengan ulama terus terjalin dengan baik. Kalau pemerintah dan ulama bersatu untuk menangani umat maka pembinaan pengembangan dan kesejahteraan umat akan terlaksana dengan baik," tuturnya.

Hafiz menyampaikan pihaknya tidak ingin hanya berkontribusi dalam urusan ceramah dan tausiyah keagamaan dalam memberikan sumbangsih kepada kehidupan bangsa dan negara ini, tetapi mereka ingin melakukan langkah yang lebih konkret.

"(Misalnya) Tentang pembinaan ekonomi syariah, bagaimana ekonomi syariah itu berkembang bisa menjadi satu sistem ekonomi yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena masyarakat kita mayoritas muslim, ini perlu keterlibatan ulama, bukan hanya memberikan tausiyah tapi langsung di lapangan terlibat," paparnya. (Nur/A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya