Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Presiden Ajak Pondok Pesantren Semai Nilai-nilai Kerukunan

Nur Aivanni
03/2/2018 20:43
Presiden Ajak Pondok Pesantren Semai Nilai-nilai Kerukunan
(Biro Pers/Setpres)

PRESIDEN Joko Widodo mengajak pondok pesantren baik ulama, kyai maupun santri untuk menyemai nilai-nilai kerukunan dan mempraktikannya dalam keseharian. Hal itu mengingat kodrat bangsa Indonesia yang hidup dalam keberagaman dan kemajemukan.

"Saya memohon yang mulia para ulama, para kyai dan santri, terutama ponpes Salafiyah Safi'iyah Sukorejo, agar kita semuanya selalu menyemai, menyuburkan nilai-nilai kerukunan dan mempraktekannya," kata Jokowi dalam acara Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren Salafiyah Safi'iyah Sukorejo, Jawa Timur, Sabtu (3/2).

Jokowi mengatakan bahwa saat ini dunia mengagumi keberagaman dan kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia dengan 260 juta penduduk yang memiliki 714 suku dan 1100 bahasa daerah yang tersebar di 17 ribu pulau. "Ini sudah menjadi kodrat kita untuk hidup dalam keberagaman, kemajemukan," ucapnya.

Tak hanya itu, dunia pun saat ini tengah melihat bagaimana Islam di Indonesia menjadi agama yang rahmatan lil alamin. Hal itu, sambungnya, dapat terwujud karena para alim ulama dan kyai, salah satunya ponpes Salafiyah Safi'iyah Sukorejo, yang sudah turut menjaga kerukunan di dalam hati dan di tengah masyarakat Jawa Timur maupun masyarakat Indonesia pada umumnya.

Kepala Negara juga sempat menceritakan tentang kunjungannya ke Afghanistan beberapa waktu lalu. Kunjungan kenegaraan tersebut sempat mengkhawatirkan. Pasalnya, beberapa hari jelang kunjungan kenegaraan tersebut terjadi serangan teror bom mobil di Kabul, Afghanistan.

"Orang bilang Pak Jokowi kok ngga takut ya? Ya takut. Tapi ini bukan urusan takut, ini adalah urusan membangun ukhuwah kita. Kita juga ingin membangun perdamaian umat, membangun ukhuwah basyariyah kita dengan negara lain," terangnya.

Jokowi mengatakan bahwa dirinya selalu mengingat pesan yang disampaikan oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, yakni agar berhati-hati dalam mengelola negara yang besar ini. "Jagalah, rawatlah, peliharalah ukhuwah Islamiyah kita, ukhuwah wathaniyah kita," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan rencananya untuk mengubah status Institut Agama Islam Ibrahimy menjadi Universitas Ibrahimy di Situbondo. "Setelah pulang dari sini saya akan perintahkan segera kepada menristekdikti untuk segera menerbitkan keputusan menteri Universitas Ibrahimy, selambat-lambatnya akhir bulan Februari ini," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya