Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

BUMN Tetap Jaga Profesionalisme di Tahun Politik

Erandhi Hutomo Saputra
02/2/2018 18:51
BUMN Tetap Jaga Profesionalisme di Tahun Politik
(MI/Adam Dwi)

TAHUN 2018 bagi Indonesia merupakan tahun politik berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada dan akan dilanjutkan pada Pileg dan Pilpres pada 2019. Suasana tahun politik tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi dunia usaha, tidak terkecuali Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk terus bertumbuh.

Optimisme itu juga dikemukakan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno yang memastikan bahwa para direksi di BUMN akan selalu berkomitmen untuk menjaga profesionalitas dalam berkinerja serta memegang teguh prinsip good corporate government (GCG).

"Tantangannya bagaimana bisa mengelola (BUMN) secara profesional dan betul-betul direksi bisa melakukan aktifitas dan fungsinya sebagai profesional dengan baik tanpa diganggu oleh hal yang tidak korporasi," ujar Rini dalam kuliah umum bertajuk 'Sinergi BUMN Membangun Negeri' di Komplek Media Group Jakarta, Jumat (2/2).

Kuliah umum tersebut merupakan rangkaian penutup dari acara hari ulang tahun (HUT) ke-48 Media Indonesia.

Pentingnya menjaga profesionalitas itu, kata Rini, juga merupakan pesan Presiden Joko Widodo. Presiden menurutnya ingin agar BUMN benar-benar dikelola secara profesional agar tetap sehat. Sehingga BUMN bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

"Presiden menekankan harus bisa menjaga BUMN ini sustainable untuk 100-150 tahun ke depan. Untuk itu harus bisa menjaga BUMN tetap sehat untuk anak cucu cicit kita, mau tahun politik atau tidak tetap ini kita lakukan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mendukung komitmen profesionalitas dari para direksi BUMN .

Menurut Faisal, ujian profesionalitas itu merupakan tantangan khususnya bagi para direksi-direksi BUMN karya. Sebab proyek infrastruktur yang dikebut di era Presiden Jokowi merupakan modal politik yang besar dalam proses Pilpres 2019.

"Pak Jokowi sangat berkepentingan terhadap proyek infrastruktur apalagi ini merupakan modal untuk running di 2019," ucapnya

Untuk itu, Faisal menekankan perlunya profesionalitas khususnya dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan LRT. Para BUMN karya, kata Faisal, jangan sampai mengabaikan kualitas demi mengejar tenggat waktu pada momen Pilkada maupun Pilpres.

"Karena selalu yang dikejar pencapaian kapan proyek selesai sehingga ada kecenderungan untuk mengejar waktu sebelum pemilu atau pilkada sudah ada capaian yang terlihat. Ini beresiko mengorbankan kualitas kalau segalanya dikebut," jelasnya.

Padahal, dalam pembangunan infrastruktur terdapat kendala teknis dan non teknis seperti cuaca yang bisa menghambat penyelesaian proyek.

"Adanya kendala memang bisa meleset dari target, jangan memaksakan dikebut karena alasan politis. Dikaitkan profesionalitas maka harus menjaga kualitas di samping target waktu," pungkasnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya