Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Dua Terduga Teroris Ditangkap Saat Penggerebekan di Temanggung

Tosiani
01/2/2018 16:35
Dua Terduga Teroris Ditangkap Saat Penggerebekan di Temanggung
(Sejumlah aparat keamanan berjaga di sekitar lokasi penggerebekan terduga teroris di Desa Bengkal, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (1/2). ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

SEDIKITNYA dua orang diamankan dalam penggrebekan teroris yang dilakukan sejumlah personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dengan back up dari Kepolisian Resor (Polres) setempat di sebuah toko sepatu di Dusun/Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (1/2).

Dua orang tersebut adalah terduga teroris AN, warga Banjarnegara, dan Z, warga setempat. Z diduga menyembunyikan terduga teroris di tokonya itu.

Ketua RW 01, Dusun / Desa Bengkal, Slamet Sugiyanto menjadi saksi dalam penggrebekan teroris tersebut. Dari kesaksian Slamet, mengaku menyaksikan sejumlah personel Densus 88 Anti Teror menangkap dua AN dan Z dengan tanpa perlawanan saat keduany sedang membuka toko.

"Tadi sewaktu membuka toko, keduanya ditangkap dengan tanpa perlawanan sedikitpun. Tidak ada tembak menembak dan keributan sama sekali," tutur Slamet.

Slamet juga menyaksikan petugas membawa sejumlah barang bukti pada saat penggledahan. Antara lain berupa uang sejumlah Rp 28,8 juta, kartu ATM, sejumlah flashdisk, buku tuntunan salat dan majalah Arroyan.

Slamet mengatakan, selama ini dirinya hanya mengenal Z yang memang merupakan warganya. Namun dia tidak melihat adanya kegiatan aneh yang dilakukan Z.

Sepengetahuan Slamet, Z adalah pekerja serabutan. Sebelum bekerja di toko sepatu, ia pernah bekerja sebagai sopir truk, loper, dan sales sepatu. Terakhir ia kerja di toko tersebut.

"Kalau Z setahu saya selama ini aktivitasnya biasa saja. Tapi kalau yang pendatang, saya tidak tahu aktivitasnya. Setahu saya, tiap hari Rabu , AN dan Lucky, yang ikut menghuni ruko itu rutin pulang ke Banjarnegara, sehingga toko sepatunya tutup," kata Slamet.

Menurut Slamet, ruko sepatu tersebut merupakan milik salah seorang warganya bernama M Anshor. Namun ruko itu dikelola oleh Sulistyowati, 42 yang bertempat tinggal persis di samping ruko.

Dari keterangan Sulistyowati, ruko yang dikelolanya itu telah disewa sejak Mei 2017 lalu. Namun baru ditempati penyewanya untuk membuka toko sepatu mulai September 2017.

Satu terduga teroris lainnya yang ditangkap itu, dikenal Sulistyowati dengan baik. Kesehariannya AN mengenakan celana 'cingkrang' atau panjangnya hingga di atas mata kaki.

"Selama ini AN orangnya baik meski jarang kumpul-kumpul dengan warga," ujar Sulistyowati.

Kapolres Temanggung, Ajun Komisaris Besar (AKB) Wiyono Eko Saputro menyebut dua terduga teroris yang ditangkap itu sempat dibawa ke Unit Laka Polres Temanggung. Namun setelah itu dibawa pihak Densus 88 menggunakan dua unit mobil.

"Kalau dibawa ke mana, saya tidak tahu," kata Wiyono. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya