Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Indonesia Berpeluang Raih Empat Medali Emas

Budi Ernanto
27/1/2018 20:49
Indonesia Berpeluang Raih Empat Medali Emas
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

EMPAT wakil Indonesia berhasil melaju ke babak final Indonesia Masters 2018. Setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Anthony Sinisuka Ginting, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu, giliran Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang ikut meraih tiket ke partai puncak yang jatuh pada Minggu (28/1).

Marcus/Kevin lolos dari babak semifinal, Sabtu (27/1), setelah menang mudah dari ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan skor 21-14 dan 21-11. “Di semifinal, kami berusaha untuk mengurangi kesalahan yang kami lakukan di perempat final. Kami bisa fokus ke permainan sendiri,” kata Kevin usai pertandingan di Istora, Senayan, Jakarta.

Senada dengan Kevin, Marcus berpendapat dia dan pasangannya memang bermain lebih baik saat melawan Rankireddy/Shetty. “Kami tidak terlalu berpikir 100% harus menang. Kami juga tidak sempurna, yang paling penting berusaha untuk dapat hasil terbaik,” kata Marcus.

Di babak final, Marcus/Kevin akan melawan ganda putra asal Tiongkok, yakni Li Junhui/Liu Yuchen. Di atas kertas, lawan Marcus/Kevin itu sudah lima kali kalah selama enam kali pertemuan. Terakhir, Marcus/Kevin menang dari mereka di Final Super Series di Dubai, Uni Emirat Arab.

Sementara di sektor tunggal putra, Anthony anak melawan Kazumasa Sakai, wakil Jepang. Anthony hanya pernah bertemu sekali dengan Sakai di Hong Kong Terbuka 2015. Saat itu Anthony menang dari lawannya itu.

Kemudian, Greysia/Apriyani yang turun di nomor ganda putri, akan melawan Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi. Ganda putri asal Jepang itu merupakan unggulan kedua dan harus diwaspadai mengingat Greysia/Apriyani selalu kalah dari dua kali pertemuan.

Sedangkan Tontowi/Liliyana, ditantang oleh wakil Tiongkok, Zheng Siwei/Huang Yakiong. Lawan Tontowi/Liliyana itu adalah pasangan baru yang belum pernah dihadapi di turnamen mana pun. Tontowi/Liliyana sebelumnya pernah melawan Siwei ketika berpasangan dengan Li Yinhui atau Chen Qingchen.

“Kami mempelajari permainan Siwei/Yakiong. Tapi, belum pernah juga bertemu sebelumnya. Apa yang kami tahu, mereka pernah kalah sekali sepanjang pernah berpasangan. Semoga kami bisa juara di Istora,” kata Butet.

Seandainya seluruh wakil Indonesia berhasil juara, berarti target PBSI terlampaui. Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi PBSI Susy Susanti sebelumnya menyatakan bahwa target di Indonesia Masters tahun ini adalah satu medali emas. “Peluang juara kami harapkan dari semua sektor,” ujar Susy.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya