Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberangkatkan 206 personel satuan tugas kesehatan (Satgaskes) TNI ke Timika, Papua dan Papua Barat untuk membantu mengatasi masalah gizi buruk dan kejadian luar biasa (KLB) campak di wilayah tersebut.
"Kita, prajurit TNI sebagai bagian komponen bangsa dan tentara rakyat memiliki kewajiban moral dan profesional untuk membantu saudara kita yang mengalami musibah," kata Panglima TNI dalam amanatnya pada pemberangkatan Satgas Kesehatan TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (25/1).
Mereka berangkat secara bertahap, di mana pemberangkatan Kamis ini menggunakan pesawat angkut CN-295. Rencananya pada Jumat (26/1) akan menggunakan pesawat Hercules.
Panglima TNI mengatakan, pembentukan Satgaskes TNI berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo yang segera untuk diberangkatkan untuk melaksanakan tugas mulia ini.
"Prajurit yang tergabung dalam Satgaskes ini akan melaksanakan tugasnya selama 270 hari atau sembilan bulan di Papua dan Papua Barat untuk melaksanakan operasi militer selain perang (OMSP)," tutur mantan Kepala
Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini.
Hadi pun menyadari bahwa pembentukan Satgaskes TNI ini sangat cepat mengingat situasi di Asmat, Papua sudah terjadi KLB penyakit campak dan gizi buruk.
"Ketika kita mendapatkan informasi terjadi KLB campak dan adanya gizi buruk di Asmat, kita langsung mengirim tim pendahulu yang disertai dengan dokter, tenaga medis serta obat-obatan," ucapnya.
Panglima TNI pun memberikan penekanan kepada seluruh prajurit yang akan
berangkat ke Papua untuk melaksanakan tugas ini dengan penuh semangat dan
keikhlasan serta profesionalisme yang tinggi.
"Tugas ini merupakan tugas mulia dan merupakan suatu bentuk amalan yang insya Allah mendapat ridho dari Allah SWT," ujar Hadi. Panglima TNI meminta kepada Komandan Satgas agar melaksanakan koordinasi yang ketat dengan satuan-satuan lainnya yang sudah tergelar di wilayah operasi.
Satgaskes TNI yang diberangkatkan berjumlah 206 personel dipimpin Letkol Ckm dr Shohibul Hilmi, Sp.OT (Danyonkes Divif 2 Kostrad) terbagi dalam kelompok Markas Komando Satuan Tugas (Makosatgas), Seksi Markas (Sima), Tim Analisis, Tim Pemeliharaan dan Pencegahan (Harcegah), Tim Evakuasi, Tim
Pelayanan Kesehatan (Yankes) dan Peleton Pengawal (Ton W31).(Ant/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved