Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Wapres: 'America Shutdown' Tidak Berdampak ke Indonesia

MICOM
23/1/2018 15:37
Wapres: 'America Shutdown' Tidak Berdampak ke Indonesia
(MI/ramdani)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan penghentian operasi layanan publik di Amerika Serikat (shutdown) tidak berdampak serius terhadap Indonesia, khususnya di bidang perekonomian.

"Tidak ada dampaknya, karena 'shutdown'-nya hanya di federal sana, artinya
di pemerintah pusat sana dan itu hanya dua sampai tiga hari. Jadi tidak berpengaruh apa-apa ke kita," kata Wapres Kalla saat memberikan keterangan
pers di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (23/1).

Terkait buntunya pembicaraan antara parlemen dan pemerintah AS terhadap pembahasan rancangan undang-undang tentang pendanaan, Wapres berkomentar bahwa tidak semua anggota Partai Republik mendukung kebijakan Presiden Donald Trump.

"Itu ketidakcocokan, banyak orang Republikan menolak kebijakan Trump, jadiya masalahnya di sini adalah Presidennya. Tapi ini sudah selesai," kata Kalla.

Pemerintah AS resmi menghentikan operasi layanan publiknya sejak Jumat (19/1) pekan lalu. Kondisi tersebut terjadi lantaran Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran belanja darurat yang diajukan Partai Republik tidak dapat disahkan lantaran tidak mencapai dukungan 60 suara.

Senat kekurangan 10 suara untuk meloloskan RUU pendanaan empat pekan yang diajukan kubu Republik di Kongres. Rival Republik, Partai Demokrat memboikot suara di Senat dengan tuntutan agar pemerintah tidak mendeportasi lebih dari 700 ribu imigran muda tidak berdokumen yang masuk ke AS saat masih anak-anak dan memasukkan anggaran perlindungan bagi mereka.

Selasa dinihari waktu AS, Presiden Trump telah sepakat untuk menandatangani RUU tersebut, yang menandai berakhirnya 'shutdown' di AS dan pelayanan publik di negara tersebut kembali dibuka.

Terpisah, pihak Bank Indonesia meyakini berhenti beroperasinya sebagian layanan publik di AS hanya berdampak kecil dan sementara ke Indonesia.

Gubernur BI Agus Martowardojo di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa mengatakan setelah shutdown, tidak semua layanan dari pemerintah AS
berhenti beroperasi.

"Shutdown tersebut bukan yang pertama kali terjadi di AS. Tercatat, shutdown di era pemerintahan Presiden Donald Trump adalah yang kesembilan kali." Disinggung mengenai dampaknya terhadap ekspor Indonesia ke AS, Agus enggan berkomentar banyak.

"Saya secara umum tidak bisa komentar banyak tapi saya menyakini bahwa di AS para pemangku kepentingan tahu bahwa ini bukan sesuatu yang baik untuk ada government shutdown," ujar dia.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya